Pilwali Banjarmasin 2020

Sengketa Pilwali Banjarmasin Berakhir, Ini Komentar Tim Hukum AnandaMu Maupun Kubu Petahana

Pilwali Banjarmasin 2020, usai sudah drama panjang sengketa Pilkada (Pilwali) Banjarmasin 2020 yang bergulir di Mahkamah Konstitusi (MK) RI.

Penulis: Frans Rumbon | Editor: Edi Nugroho
Banjarmasinpost.co.id/Frans Rumbon
Paslon Petahana Pilwali Banjarmasin 2020, H Ibnu Sina-Arifin Noor didampingi Ketua Tim Hukum, Imam Satria Jati saat memberikan keterangan usai sidang MK. 

Editor: Edi Nugroho

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Pilwali Banjarmasin 2020, usai sudah drama panjang sengketa Pilkada (Pilwali) Banjarmasin 2020 yang bergulir di Mahkamah Konstitusi (MK) RI.

Hal ini seiring dengan ketuk palu hakim MK dalam sidang yang dilaksanakan hari ini Kamis (27/5/2021), yang memutuskan menolak permohonan dari pasangan calon (paslon) nomor urut 04 yakni Hj Ananda-Mushaffa Zakir (AnandaMu).

Dalam sidang yang dilaksanakan secara daring tersebut, hakim MK menyampaikan putusan untuk beberapa perkara sengketa Pilkada sekaligus.

Dan untuk perkara Pilwali Banjarmasin 2020 dengan nomor 144 PHP.KOT-XIX/2021, MK pun menyatakan menolak semua dalil yang diajukkan oleh paslon AnandaMu.

Baca juga: Gugatan AnandaMu Rontok, MK Terima Eksepsi KPU dan Petahana Pilwali Banjarmasin

Baca juga: Gugatan AnandaMu atas PSU Pilwali Banjarmasin Akan Disidangkan di Mahkamah Konstitusi

Baca juga: AnandaMu Kembali Menggugat, Ini Respons Tim Hukum Petahana Pilwali Banjarmasin

Baca juga: PSU Pilwali Banjarmasin 2020, Partisipasi Pemilih di 3 KelurahanMeningkat 10 Persen

Sebaliknya MK pun kemudian menerima eksepsi dari KPU Banjarmasin selaku termohon dan juga paslon petahana yakni H Ibnu Sina-Arifin Noor.

"Mengadili dalam eksepsi, satu menyatakan eksepsi termohon dan pihak terkait berkenaan dengan kedudukan hukum pemohon beralasan menurut hukum, dua menyatakan pemohon tidak memiliki kedudukan hukum," ujar Anwar Usman selaku Ketua merangkap anggota hakim saat membacakan amar putusan.

Selanjutnya Anwar Usman pun membacakan pokok permohonan, yang menyatakan permohonan pemohon atau paslon AnandaMu ditolak.

"Dalam pokok permohonan, satu menyatakan permohonan pemohon tidak dapat diterima, dua menyatakan sah keputusan KPU Banjarmasin nomor 47/PL.02.6-Kpt/6371/KPU-Kot/V/2021 tentang penetapan rekapitulasi hasil penghitungan suara pasca putusan MK nomor 21/PHP.KOT-XIX/2021 dalam Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjarmasin 2020 bertanggal 2 Mei 2021," kata Anwar Usman diakhiri dengan bunyi ketokan palu.

Dengan adanya keputusan dari MK tersebut, maka paslon petahana H Ibnu Sina-Arifin Noor pun dinyatakan sah sebagai paslon terpilih dalam Pilwali Banjarmasin 2020 sesuai dengan keputusan KPU Banjarmasin nomor 47/PL.02.6-Kpt/6371/KPU-Kot/V/2021 tentang penetapan rekapitulasi hasil penghitungan suara pasca putusan MK nomor 21/PHP.KOT-XIX/2021 dalam Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjarmasin 2020 bertanggal 2 Mei 2021.

Seperti diketahui paslon AnandaMu awalnya mengajukkan gugatan ke MK setelah dilakukannya Pilwali Banjarmasin 2020 yang dilaksanakan pada 9 Desember 2020.

MK pun kemudian mengabulkan sebagian permohonan AnandaMu, hingga kemudian memutuskan dilaksanakannya Pemungutan Suara Ulang (PSU) khususnya di tiga kelurahan yakni Mantuil, Murung Raya dan juga Basirih Selatan pada Rabu (28/4/2021).

Selanjutnya berdasarkan hasil perhitungan suara di tiga kelurahan PSU, AnandaMu berhasil menang. Namun meskipun demikian, perolehan suara AnandaMu secara keseluruhan (suara sebelum + sesudah PSU, red) masih tak mampu mengejar perolehan suara paslon petahana yakni H Ibnu Sina-Arifin Noor.

Menilai kembali terjadi kecurangan saat proses penyelenggaraan PSU, AnandaMu pun kembali mengajukkan gugatan ke MK dengan termohon yakni KPU Banjarmasin, kemudian paslon petahana selaku pihak terkait.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved