Breaking News:

Berita Balangan

APBD 2021 Terkoreksi, Tambahan Penghasilan Pegawai di Balangan Kalsel Turun

APBD 2021 turun, terhitung sejak Maret 2021 Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP)  di kalangan ASN lingkup Pemkab Balangan turun

Penulis: Isti Rohayanti | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti
Kepala BKD Kabupaten Balangan,Tamrin menjelaskan terkait turunnya uang TPP, Jumat (28/5/2021). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PARINGIN- Terhitung sejak Maret 2021 lalu,  Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP)  di kalangan ASN lingkup Pemkab Balangan disesuaikan.

Penyesuaian ini menyebabkan terjadinya pengurangan angka tunjangan yang diterima oleh ASN. 

Pengurangan TPP tertuang dalam Peraturan Bupati Balangan nomor 5 tahun 2021, tentang tambahan penghasilan pegawai Aparatur Sipil Negara.

Perihal pengurangan TPP ini, Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Balangan, Tamrin,  Jumat (28/5/2021), mengungkapkan, menurunnya angka TPP yang diterima pegawai, merupakan bentuk penyesuaian anggaran.

Baca juga: Sukamta Larang Pegawai Pemerintahannya Mudik, Bandel TPP Bakal Dipotong

Baca juga: TPP Ribuan ASN di Kotabaru Belum Cair, Kadisdikbud Sebut Masih Berproses di BPKAD

Alasannya, karena APBD Kabupaten Balangan tahun 2021 yang juga berkurang dibanding tahun sebelumnya. 

Thamrin menambahkan, pengaruh kondisi fiskal negara sejak tahun 2020 tentu berdampak terhadap rencana penyaluran anggaran dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah. Sehingga anggaran yang sudah diputuskan harus terkoreksi.

"Akibatnya terdapat beberapa perubahan yang terjadi. Termasuk penyesuaian terhadap TPP,"katanya

Tamrin membeberkan, pagu anggaran Dana Bagi Hasil (DBH) merupakan pendapatan paling besar bagi Kabupaten Balangan. DBH yang dipatok di angka Rp 312 miliar lebih, terkoreksi hingga Rp 86 miliar lebih menjadi Rp 226 miliar. 

Kemudian untuk Dana Alokasi Umum (DAU) yang estimasi penganggarannya Rp 356 miliar, terkoreksi mencapai Rp 11 miliar menjadi Rp 346 miliar.

Dari dua sumber pendapatan ini jelas Tamrin, kalau diakumulasikan maka koreksinya mencapai Rp 97 miliar lebih. Itu pun apabila tersalur 100 persen. Sementara setiap tahunnya biasanya paling tinggi penyaluran hanya 80 persen.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved