Breaking News:

LIfestyle

VIDEO Pengantin Bausung ala Banjar di Batola Kalsel

Tradisi pengantin bausung atau mengarak pengantin yang dijunjung menggunakan kursi singgasana di Tamban Batola

Penulis: Salmah | Editor: Hari Widodo

BANJARMASINPOST.CO.ID - Resepsi pernikahan atau hajatan perkawinan tradisional Banjar sudah sangat jarang ditampilkan di perkotaan.

Tradisi leluhur itu hanya bisa dilihat di perdesaan yang memang masih kuat memegang tradisi.

Sebagaimana tradisi pengantin bausung atau mengarak pengantin yang dijunjung menggunakan kursi singgasana.

Tradisi ini di antaranya masih ada di kawasan Desa Tamban, Kecamatan Tamban, Kabupaten Barito Kuala, Provinsi Kalimantan Selatan.

Jadi, pengantin lelaki duduk di kursi singgasana kemudian diangkat beberapa lelaki pengiring berpakaian adat Banjar.

Sejumlah lelaki lainnya membacakan shalawat diringi tepukan tarbang atau rebana dan selanjutnya berdoa.

Kemudian kelompok hadrah berbaris di depan dan melantunkan syair-syair sambil melakukan tarian hadrah dengan ciri khas mengibarkan satu bendera kecil. Adapula payung berenda bunga yang diputar-putar.

Rombongan berjalan beriringan menuju rumah mempelai wanita. Kemudian mempelai wanita diminta naik ke kursi singgasana satunya dan kedua mempelai diarak di halaman rumah.

Menurut salah seorang anggota hadrah, ini adalah pengantin bausung ala Banjarmasin. Berbeda dengan ala Hulu Sungai yang kedua mempelai diusung di atas bahu lelaki pengiring.

"Kedua mempelai kemudian diarak berkeliling sebanyak tiga kali. Selanjutnya turun dan kembali bersanding di pelaminan," ujarnya.

Tradisi ini menjadi tontonan menarik para undangan dan masyarakat sekitar yang banyak di antaranya mengabadikan dengan kamera. (banjarmasin post.co.id/salmah saurin)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved