Breaking News:

Berita Banjarbaru

Disdik Banjarbaru Larang Sekolah Jual Buku Pendamping, Kepsek Ini Tak Tahu Pengganti Buku Pengayaan

Disdik Banjarbaru mengeluarkan kebijakan melarangpengadaan buku pendamping berupa buku LKS, buku pengayaan, maupun modul pembelajaran kepada orang tua

Penulis: Khairil Rahim | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/khairil rahim
Edaran Disdin Banjarbaru tentang larangan pengadaan buku pendamping seperti buku LKS, buku pengayaan, modul pembelajaran kepada orang tua siswa. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Dinas Pendidikan (Disdik) Banjarbaru mengeluarkan kebijakan melarang pengadaan buku pendamping berupa buku Lembar Kerja Siswa (LKS), buku pengayaan, maupun modul pembelajaran kepada orang tua siswa.

Terkait dengan larangan tersebut, Kadisdik Muhammad Aswan membeberkan alasan terkait dengan kebijakan tersebut.

Menurutnya, banyak keluhan yang disampaikan orang tua siswa terkait dengan pengadaan buku pendamping siswa. Karena itu, kemudian dilakukan evaluasi.

"Banyak keluhan dari orangtua siswa yang disampaikan ke Disdik. Jadi kita evaluasi," kata dia.

Baca juga: Penjualan Buku Dilarang, Guru Mapel Banjarbaru Tidak Bisa Lagi Berkarya

Baca juga: Pejabat Lakukan Perjalanan Dinas Bakal Wajib Setor Buku ke Perpustakaan Kabupaten Tanbu

Baca juga: Kunjungi Anak-anak Meratus, FLP HST Bagikan Buku Sirah Nabi dan Rasul 

Buku pendamping LKS Idaman Inspirasi Dalam Proses Belajar Mandiri itu disusun oleh persatuan kepala sekolah, kemudian dicetak melalui pihak ketiga untuk kembali diperjualbelikan kepada siswa oleh masing-masing sekolah.

Ketua K3 SD Banjarbaru, Syakarani mengatakan surat edaran praktik jual beli buku merupakan kebijakan yang diambil pemerintah kota Banjarbaru.

"Dalam hal ini Dinas pendidikan yang mengatur tentang pengadaan buku pengayaan bagi siswa di kota Banjarbaru," ujar dia.

Syakarani yakin kebijakan ini tentu pemerintah sudah punya solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut. 

"Karena saya baca di media wali kota Banjarbaru menginginkan pendidikan yang murah tapi berkualitas," sebut dia.

Dalam setiap kebijakan tentu ada dampaknya. Buku pengayaan bagi siswa juga diperlukan untuk memperdalam atau memperluas materi yang ada pada buku teks wajib.

"Di SDN 2  Komet yang saya pimpin belum ada keluhan tentang pembelian LKS dan rata rata orang tua setuju saja adanya buku pengayaan tersebut," kata Kepala SDN 2 Komet ini.

Orangtua siswa menyadari ini untuk kepentingan anak mereka juga sehingga setiap ada buku LKS orang tua antusias memiliki buku tersebut. 

Lalu buku apa yang akan digunakan nanti, Syakarani mengaku belum mengetahui buku pengayaan apa yang akan digunakan nanti bagi siswa selanjutnya.

Baca juga: Tak Cantumkan Nama Pendiri NU KH Hasyim Asy’ari, Buku Kamus Sejarah Indonesia Ditarik

"Kami masih menunggu petunjuk dari dinas pendidikan untuk solusi hal tersebut," ujar dia.

Orang tua siswa menyadari bahwa buku pengayaan itu perlu dimiliki siswa agar mereka memperoleh pengayaan atau pengetahuan yang tidak terdapat pada buku teks wajib.
(banjarmasin post.co.id/khairil rahim)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved