Breaking News:

Berita Banjarbaru

Ekonomi Kalsel Semakin Terkontraksi Hingga Angka 3,55 Persen

Pada triwulan III-2020 akan perekonomian Klsel sempat tumbuh positif 3,26 persen, namun sejak triwulan IV-2020 hingga kini masih alami terkontraksi.

Penulis: Nurholis Huda
Editor: Edi Nugroho
BANJARMASINPOST.CO.ID/FATURAHMAN
ilustrasi: Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Tengah saat merilis tentang ketenagakerjaan, Senin (17/5/2021) lalu. 

Editor: Edi Nugroho

BANJARMASINBPOST. BANJARBARU - Pada triwulan III-2020 akan perekonomian Klsel sempat tumbuh positif 3,26 persen, namun sejak triwulan IV-2020 hingga kini masih alami terkontraksi.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kalsel yang baru saja dirilis menyebutkan, pertumbuhan ekonomi Kalsel triwulan I-2021 dibandingkan triwulan IV-2020 (q-to-q) mengalami kontraksi hingga 3,55 persen.

Sedangkan secara y-on-y atau perbandingan antara triwulan I-2021 dan triwulan IV-2020 ekonomi Kalsel mengalami pertumbuhan negatif sebesar 1,25 persen.

Kepala BPS Kalsel, Moh Edy Mahmud mengatakan, ada beberapa hal yang mempengaruhi turunnya perekonomian Kalsel. Pada triwulan I-2021 misalnya, ekonomi Kalsel tumbuh -3,55 persen dibandingkan triwulan IV-2020 lantaran sejumlah lapangan usaha dominan di Banua mengalami kontraksi.

"Di antaranya, lapangan usaha pertambangan dan penggalian minus 6,8 persen; serta pertanian, kehutanan dan perikanan yang terkontraksi 6,28 persen," kata Edy.

Baca juga: BPS Kalteng Mengungkapkan Pengangguran Terbuka Mengalami Penurunan 0,33 Persen

Baca juga: Balitbangda Kalsel dan BPS Akan Kaji Dampak Pandemi pada Bidang Ekonomi

Baca juga: BPS Kalsel Sebut Elpiji Sebabkan Inflasi di Kota Banjarmasin

Baca juga: Terbitkan Data Daerah, BPS Kerja Sama dengan Kominfo dan Bappeda Kabupaten Balangan

Selain terkontraksinya sejumlah lapangan usaha dominan di Banua, dia menyebut, terkontraksinya ekonomi Kalsel pada triwulan I-2021 juga disebabkan oleh pertumbuhan negatif yang terjadi hampir di seluruh komponen pengeluaran. "Kecuali pengeluaran konsumsi rumah tangga yang masih tumbuh 0,11 persen," sebutnya.

Sementara, dalam pertumbuhan ekonomi triwulan I-2021 terhadap triwulan I-2020 (y-on-y), Edy menjelaskan, menurut lapangan usaha kontraksi terdalam dicapai oleh jasa perusahaan: sebesar 4,95 persen. Diikuti pertambangan penggalian, 4,91 persen; penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar 4,71 persen.

Lanjutnya, sedangkan lapangan usaha yang masih mengalami pertumbuhan positif di antaranya, informasi dan komunikasi sebesar 7,09 persen; diikuti jasa kesehatan dan kegiatan sosial, 6,90 persen; pengadaan air, pengelolaan sampah, limbah dan daur ulang sebesar 4,76 persen.

Sementara menurut pengeluaran, dia menyampaikan, pada triwulan I-2021 (y-on-y) juga terjadi pertumbuhan negatif pada seluruh komponen pengeluaran. "Kecuali konsumsi LNPRT tumbuh positif sebesar 0,73," ucapnya.

Menurutnya, penyebaran Covid-19 yang masih masif di Kalimantan Selatan sejak akhir triwulan I-2020 yang menyebabkan sejumlah aktivitas perekonomian masyarakat menurun. Di sisi lain, bencana banjir pada awal triwulan 2021 menyebabkan peningkatan pertumbuhan pada komponen pengeluaran LNPRT sebesar 0,73 persen.

Selanjutnya, untuk komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah, kata Edy, turun 3,43 persen. Kemudian Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) turun sebesar 3,17 persen, dan Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PKRT) turun sebesar 0,98 persen.

"Lalu untuk komponen perdagangan yang terdiri dari ekspor dan impor masing-masing terkontraksi sebesar 14,05 persen dan 13,80 persen," urainya. (banjarmasinpost.co.id/nurholis huda)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved