Garuda Indonesia Tawarkan Pensiun Dini

Garuda Indonesia dan Sriwijaya Air Tawarkan Pensiun Dini, Kemnaker: Minimalkan PHK Karyawan

Kemnaker meminta Garuda Indonesia dan Sriwijaya Air meminimalkan PHK karyawan, usai menawarkan program pensiun dini

ANTARA/MUHAMMAD DEFFA
Pesawat Garuda Indonesia. Garuda Indonesia dan Sriwijaya Air Tawarkan Pensiun Dini, Kemnaker: Minimalkan PHK Karyawan 

Editor : Anjar Wulandari

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Bisnis maskapai nasional PT Garuda Indonesia ( Persero) Tbk dan PT Sriwijaya Air kian ngos-ngosan akibat pandemi covid-19.

Dua perusahaan penerbangan itu pun telah menawarkan program pensiun diri atau resign bagi karyawannya untuk menjaga stabilitas perusahaan.

Merespons keputusan itu, Kementerian Ketenagakerjaan ( Kemnaker) telah secara resmi meminta Garuda dan Sriwijaya meminimalkan pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawan, usai menawarkan program pensiun dini.

Permintaan tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal Kemnaker Anwar Sanusi usai memfasilitasi pertemuan antara manajemen Garuda Indonesia, Sriwijaya Air, dan para serikat pekerja mereka di Kemnaker, Kamis (27/5/2021).

Ditambahkan, pemerintah memaklumi kondisi kedua maskapai nasional itu yang terdampak pandemi covid-19.

Baca juga: 30 Kata Mutiara Sambut Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2021, Cocok Jadi Status di Facebook dan Instagram

Baca juga: Pencairan Gaji ke-13 PNS Bareng dengan Gaji Bulanan PNS? Begini Penjelasan Pejabat KemenPAN RB

Sebab di masa pandemi ini, mobilitas masyarakat keluar daerah dibatasi untuk menghambat penularan covid-19.

Namun pemerintah tetap mengharapkan ada komunikasi yang baik bipartit antara manajemen dan pekerja untuk menentukan hubungan kerja ke depan.

Sebelumnya ramai diberitakan, Manajemen PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) tengah menawarkan pensiun dini kepada karyawannya.

Hal itu lantaran pandemi Covid-19 menyebabkan kinerja Garuda Indonesia tertekan.

Dilansir dari kontan.co.id, Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra dalam keterangan resmi, Jumat (21/5/2021) menyampaikan bahwa pihaknya tengah dalam tahap awal penawaran program pensiun yang dipercepat, bagi karyawan yang memenuhi kriteria dan persyaratan keikutsertaan program tersebut.

Penawaran program ini dilakukan sejalan dengan upaya pemulihan kinerja usaha yang tengah dijalankan GIAA supaya bisa lebih sehat, serta adaptif menjawab tantangan kinerja usaha di era kenormalan baru.

Pensiun dini di Garuda Indonesia sepertinya adalah jalan terbaik bagi perusahaan dan karyawan. Pasalnya, Garuda Indonesia diperkirakan akan kembali rugi pada tahun ini karena pandemi covid-19 yang masih belum tuntas.

Hingga kuartal ketiga 2020, pendapatan Garuda Indonesia ambles 67,85% menjadi US$ 1,14 miliar, dari sebelumnya US$ 3,54 miliar pada kuartal ketiga 2019.

Halaman
123
Sumber: Kontan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved