Breaking News:

Garuda Indonesia Tawarkan Pensiun Dini

Garuda Indonesia dan Sriwijaya Air Tawarkan Pensiun Dini, Kemnaker: Minimalkan PHK Karyawan

Kemnaker meminta Garuda Indonesia dan Sriwijaya Air meminimalkan PHK karyawan, usai menawarkan program pensiun dini

ANTARA/MUHAMMAD DEFFA
Pesawat Garuda Indonesia. Garuda Indonesia dan Sriwijaya Air Tawarkan Pensiun Dini, Kemnaker: Minimalkan PHK Karyawan 

Dengan demikian, rute-rute internasional belum dapat diandalkan untuk memulihkan kinerja. "Garuda dan airline lainnya hanya bisa mengandalkan rute domestik. Itu pun dengan catatan kondisi covid tidak melonjak," kata Alvin.

Ilustrasi Pesawat milik maskapai penerbangan nasional Sriwijaya Air tinggal landas meninggalkan Bandara Soekarno-Hatta, Banten, Minggu (26/5/2013). Mesin pesawat Sriwijaya Air SJ 182 diduga masih hidup sebelum membentur air. Mantan Dirjen Perhubungan Udara Budhi Muliawan menyebut ada penyebab lain dari insiden tersebut.
Ilustrasi Pesawat milik maskapai penerbangan nasional Sriwijaya Air tinggal landas meninggalkan Bandara Soekarno-Hatta, Banten, Minggu (26/5/2013).  (TRIBUN/DANY PERMANA)

Hal senada juga disampaikan oleh Peneliti Lembaga Manajemen FEB Universitas Indonesia, Toto Pranoto, yang mengungkapkan bahwa bisnis penerbangan hancur lebur pada tahun lalu.

Hal itu juga tercermin dari data yang disampaikan Internasional Air Transport Association (IATA).

IATA memperkirakan, kerugian seluruh maskapai di dunia mencapai US$ 84,3 miliar. Pendapatan dari maskapai rata-rata anjlok hingga 90%.

"Hampir semua flag carrier di ASEAN mengalami kerugian yang cukup dalam. Termasuk SQ (Singapore) yang mengalami kerugian pertama kali dalam sejarah. Thai Airlines dan Philippines Airlines bahkan sudah mengajukan perlindungan terkait UU kebangkrutan," terang Toto.

Baca juga: Pencairan Gaji ke-13 PNS Bareng dengan Gaji Bulanan PNS? Begini Penjelasan Pejabat KemenPAN RB

Baca juga: Siapkan 11 Pemanah Muda di Popda Kalsel 2021, Perpani Banjarbaru Andalkan Nomor Recurve dan Standard

* Asosiasi Pilot Garuda Minta Pemerintah Turun Tangan

Asosiasi Pilot Garuda (APG) pun buka suara mengenai persoalan yang membebani GIAA. Ketua APG Capt. Muzaeni menegaskan, dalam hal ini pihaknya tidak menolak maupun setuju dengan program pensiun dini yang digagas manajemen GIAA.

"Bisa saja pengurangan karyawan dihindari dengan cara lain yang mesti dirundingkan bersama antara manajemen dengan asosiasi/serikat, yang mewakili karyawan," kata Muzaeni kepada Kontan.co.id, Minggu (23/5).

Program pensiun dini dinilai sebagai upaya mengurangi jumlah karyawan secara sukarela tanpa tekanan, paksaan, dan intimidasi. Yang terang, Muzaeni menegaskan bahwa pihaknya menolak adanya pemutusan hubungan kerja (PHK) secara sepihak.

Sebab, hal itu akan melanggar perjanjian kerja bersama yang berpotensi mendatangkan konflik hukum baik perdata maupun pidana.

Halaman
1234
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved