Breaking News:

Berita Batola

VIDEO  Cakades Jelapat 2 Batola Layangkan Gugatan, Keberatan Adanya Indikasi Politik Uang

Cakades di Batola melaporkan adanya indikasi politik uang yang terjadi pada pilkades Batoal 2021

Penulis: Muhammad Tabri
Editor: Hari Widodo

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Hairi Yandi, Calon Kepala Desa (Cakades) nomor urut 3, bersama tiga calon lainnya yakni, Nasrudin, Muhammad Parhan dan Mislaniansyah keberatan dengan hasil Pilkades di Desa Jelapat 2 Kecamatan Mekarsari Kabupaten Batola.

Keempat Cakades ini sepakat melaporkan adanya indikasi politik uang yang terjadi pada pilkades 2021 yang dihelat pada Selasa (22/5/2021).

Diungkapkan Hairi Yandi, Cakades nomor urut 3, ia bersama tiga calon lainnya yakni, Nasrudin, Muhammad Parhan dan Mislaniansyah sepakat melaporkan keberatan dengan hasil yang dicapai Sairaji nomor urut 4, pemilik suara terbanyak yang menggungguli kandidat lainnya.

"Sampai hari pemilihan proses berjalan baik dan lancar. Namun di hari yang sama, indikasi politik uang kami temukan dan mengarah ke calon nomor 4," ucap Hairi, Minggu (30/5/2021).

Baca juga: VIDEO Pilkades Secara Evoting di Kabupaten Batola, Jumlah Partisipan Meningkat

Baca juga: Video Pernah Viral Gara-gara Pernikahan Poligami, Sarbani Kini Menang Pilkades Pandak Daun Banjar

Ia pun menambahkan, beberapa bukti dan kesaksian warga yang menerima uang pemberian dari timses calon nomor 4 dapat dikumpulkan. Tidak lupa meminta saran dari pihak kepolisian setempat untuk menyikapi temuan.

Bersama dengan harapan masyarakat Jelapat 2, yakni dapat menemukan pemimpin terpilih yang layak dan dengan cara yang baik, Hairi Yandi, bersama tiga cakades lainnya sepakat melayangkan laporan ke Pengawas Pilkades.

"Laporan sudah kami lengkapi dan disampaikan pada tanggal 22 Mei sore, kepada ke Panwas Desa Jelapat 2. Kemudian dilanjutkan ke Panwas Kecamatan pada 24 hingga ke DPMD Batola," terang Hairi.

Dari pengakuannya, Hairi berharap melalui pelaporan secara tertulis ini bisa diproses dengan sesuai ketentuan. Paling tidak, jika benar terbukti maka Pilkades bisa diulang atau hasil rekapitulasi dibatalkan. (banjarmasinpost.co.id/muhammad tabri)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved