Breaking News:

Berita Banjarmasin

Air Sungai Meluap Bikin Jalan di Banjarmasin Tergenang, Pedagang Sebut Tak Biasa Siang Hari

Luapan air sungai kembali menggenangi sejumlah titik jalan di Kota Banjarmasin, mulai dari jalan pemukiman warga hingga jalan pusat perkotaan

Penulis: Muhammad Rahmadi | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/muhammad rahmadi
Sejumlah pengendara saat melintas genangan air di Jalan Jafri Zam-zam, Banjarmasin, Senin (31/5/2021). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Luapan air sungai kembali menggenangi sejumlah titik di Kota Banjarmasin, mulai dari jalan pemukiman warga hingga jalan pusat perkotaan.

Air sungai meluap dan menggenangi sejumlah titik mulai dari Hari Sabtu (29/5/2021) hingga Senin (31/5/2021) masih terjadi sekira pukul 13.30 wita.

Pantauan di lapangan genangan air ada di Jalan Lambung Mangkurat, Jalan Jafri Zam-zam dan kawasan Kamboja Banjarmasin.

Akibatnya genangan tersebut membuat sejumlah pengendara, harus mengurangi laju kendaraannya saat melintas.

Baca juga: Sejumlah Ruas Jalan di Banjarmasin Banjir, Jalan Kelurahan Pasar Lama Tetap Normal

Baca juga: Petakan Sungai Martapura, Prodi Geografi FISIP ULM Bantu Penanganan Banjir di Banjarmasin

Baca juga: Rumah Warga Terdampak Banjir di Banjarmasin Mencapai 1.600 Buah

Tidak hanya itu luapan air sungai juga membawa sejumlah sampah sampai ke badan jalan, sehingga membuat kesan kotor.

Menurut Khairul Anwar (38), seorang pedagang di Jalan Pembangunan dua, kawasan Jafri Zam-zam Banjarmasin. Genangan itu baru pertama kali ini ia temui pada siang hari.

Sebab menutnya selama lima tahun ia berjualan di sana, luapan air sungai menggenagi jalan biasanya terjadi hanya pada malam hari.

"Kecuali bencana banjir awal tahun kemarin, kalau genangan seperti ini biasanya malam, kalau siang baru kali ini saya temui," katanya.

Baca juga: Beraksi saat Banjir di Banjarmasin, Pencuri Motor Ini Dibekuk saat Mencoba Kabur ke HST

Anwar mengakui bahwa genangan tersebut sedikit membuat aktivitas usahanya terganganggu, terlebih lagi bagi para pelanggannya.

"Kalau ada yang mau beli, tidak mau turun dari kendaraan, ya takutnya terjadi kemacetan kalau banyak yang antre," jelasnya. (banjarmasinpost.co.id/muhammad rahmadi)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved