Breaking News:

Tajuk

Pemerintah Jangan Tebang Pilih

Penyumbatan saluran sungai dituding menjadi salah satu penyebab terjadinya banjir khususnya di wilayah Banjarmasin Timur dan Selatan.

Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID - Mengatasi banjir yang melanda dalam dua pekan terakhir, Pemko Banjarmasin benar-benar fokus melakukan normalisasi sungai. Masalahnya penyumbatan saluran sungai dituding menjadi salah satu penyebab terjadinya banjir khususnya di wilayah Banjarmasin Timur dan Selatan. Penyumbatan terjadi karena keberadaan bangunan-bangunan yang berdiri menutup sungai.

Terkait normalisasi sungai, Pemko pun beberapa hari terakhir telah melakukan pembongkaran sejumlah bangunan, antara lain di kawasan Sungai A Yani dan Sungai Veteran.

Tidak hanya bangunan, jembatan-jembatan ruko atau yang diistilahkan Jembatan Bangunan Gedung (JBG) pun kini diincar oleh Pemko Banjarmasin pun untuk dibongkar khususnya yang menghambat atau bahkan menutup aliran sungai. Adapun bangunan maupun JBG yang dibidik untuk dinormalisasi tersebut, terutama di kawasan Jalan A Yani, Jalan Veteran dan Jalan Pramuka.

Wali Kota Banjarmasin yakni H Ibnu Sina telah menerbitkan Surat Edaran (SE) terkait dengan program normalisasi sungai tersebut melalui SE Nomor 1 Tahun 2021 Tentang Pembongkaran Bangunan di Atas Sungai untuk Mengatasi Genangan Akibat Banjir di Kawasan Perkotaan dan Permukiman tersebut telah ditandatangani pada Selasa (26/1).

Salah satu point nya, pemilik bangunan dan atau bukan bangunan, termasuk JBG yang menghambat dan menyumbat aliran sungai diinstruksikan segera membongkarnya dan diberi waktu selama 2x24 jam, dan apabila mengabaikan maka Pemko Banjarmasin pun akan bertindak tegas dan membongkarnya. "Kalau ada yang memang nyata-nyata menyumbat maka harus dilakukan penataan (dibongkar)," ujar H Ibnu Sina.

Tentu saja apa yang dilakukan Pemko Banjarmasin di bawah kepemimpinan Ibnu Sina ini sangat positif dan pantas untuk didukung.

Jika memang tak ingin banjir besar kembali melanda, salah satu solusi yang memang harus diambil adalah melancarkan saluran sungai dengan cara membongkar bangunan-bangunan yang berpotensi menyumbat.

Masalahnya, jika kita melihat ke kawasan Jalan A Yani dan Veteran potensi penyumbatan ada di jembatan-jembatan bangunan yang berdiri di atas sungai.

Tapi terkait hal ini, Pemko Banjarmasin harus tegas dalam melakukan penindakan atau pembongkaran jika memang ditemukan bangunan atau jembatan yang menyumbat sungai. Jangan sampai pembongkaran justru tebang pilih. Hanya bangunan milik warga tertentu saja, sedangkan milik warga atau pengusaha tertentu justru dibiarkan.

Di sisi lain, pemilik bangunan atau jembatan yang menutup sungai, mestinya merasa malu dan sadar diri. Mereka harus mau membongkar sendiri bangunan atau jembatan miliknya tanpa harus diminta.

Tanpa dukungan masyarakat dan semua pihak, berat bagi Pemko Banjarmasin untuk melakukan normalisasi sungai untuk mencegah banjir. Maka dari itu perlu kerja sama semua pihak. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved