Breaking News:

Kebun Agrowisata Polibag di Banjarmasin

Wisata Kalsel : Wanita Banjarmasin Ini Sulap Eks Jemuran Laundry Jadi Kebun Agrowisata

Memanfaatkan lahan bekas laundry yang tak terpakai, Lies Pribadi merintis kebun agrowisata

Penulis: Syaiful Anwar
Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/syaiful anwar
Lies Pribadi saat memetik buah karawila ukuran besar di kebunnya, Senin (31/5/2021). 

BANJARMASIN POST.CO.ID, BANJARMASIN - Ingin refreshing, menghibur diri tak perlu ke obyek wisata pantai yang cukup jauh dan perlu biaya besar, sekarang ada bisa mengunjungi ke agrowisata, memetik buah dan sayuran di Banjarmasin.

Kebun agrowisata itu terletak di Jalan Pramuka Kompleks Rahayu Gardu Mekar Indah Jalur 2 Banjarmasin. Kebun itu, milik Lies Prabadi sekaligus menjadi Kebun Percontohan IWAPI Banjarmasin.

Menurut Lies, kebun agrowisata miliknya memanfaatkan lahan tak terpakai dengan ukuran 13 x 20 meter. 

"Saya memulai merintis kebun ini saat pandemi Covid 19 melanda Indonesia, termasuk Banjarmasin pada bulan April 2020," ucapnya.

Baca juga: KalselPedia : Destinasi Agrowisata Talaran Setara Batola, Kental Wahana Edukasi

Baca juga: Desa Mandala Jadi Kawasan Agrowisata Edukasi, Bupati HSS Ikuti Panen Raya Padi Unggul

Baca juga: VIDEO Agrowisata Talaran Setara Dibuka, Bupati Minta Pengelola Perketat Prokes

Sebelumnya, lanjut ibu tiga anak ini mengungkapkan, lahan tersebut tempat usaha loundry miliknya.

"Selama ini kami menerima orderan loundry dari hotel. Pas Corona, orang yang menginap di hotel sepi lho dan berdampak juga ke kami, orderan laundry tidak ada lagi," ceritanya.

Supaya lahan tak terbengkalai, bersama sang adik, Tedi Gunawan yang jago betanaman, membikin kebun. Lahan jemuran loundry dibongkar dan diratakan.

"Kami pun menanami sayuran seperti jagung, lombok, karawila, sawi, mentimun, tomat, lombok dan lain-lahan dengan menggunakan polybag bukan hidproponik," ucapnya.

Baca juga: Kebun Raya Banua Kembangkan Spot Buah-buahan untuk Agro Wisata.

Menanam dengan sistem polibag lebih murah dibanding hidroponik maupun tanaman biasa. Juga tak perlu lahan luas, perkarangan rumah bisa digunakan dan bahan membikin pupuk cukup mudah.

"Saya berkebun dengan menerapkan polybag cukup murah modalnya, tak sampai Rp 1 juta. Kalau pakai hidropolik puluhan juta dan hanya bisa menanam jenis sayuran saja," ucapnya.

(banjarmasin post.co.id/syaiful anwar)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved