Breaking News:

Berita HSS

Jadwalkan Pembelajaran Tatap Muka saat Tahun Ajaran Baru, Disdik HSS Tunggu Rekomendasi Gugas

Pembelajaran Tatap Muka di Kabupaten Hulu Sungai Selatan dipastikan rencananya bakal digelar pada tahun ajaran baru 2021/2022 Juli

Penulis: Eka Pertiwi | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/eka pertiwi
Ilustrasi-Persiapan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di MTsN 1 HSS. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Pembelajaran Tatap Muka di Kabupaten Hulu Sungai Selatan dipastikan rencananya bakal digelar pada tahun ajaran baru 2021/2022 Juli mendatang.

Meski demikian, pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Hulu Sungai Selatan masih menunggu rekomendasi PTM oleh Tim Gugus Tugas Pengendalian Covid-19 di Hulu Sungai Selatan.

Sebelumnya, PTM di bawah Dinas Pendidikan Kabupaten Hulu Sungai Selatan sempat diberlakukan pada tanggal 9 Februari 2021 lalu dan berhenti pada 13 Februari.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Siti Erma mengatakan, sekolah sudah siap memberlakukan pembelajaran tatap muka nanti.

Baca juga: Vaksinasi Covid-19 Guru di Tabalong Digencarkan, Dukung Rencana PTM Juli Nanti

Baca juga: Selesai Diverifikasi, Tiga SMK dan Satu SLB di Murung Pudak Dinilai Siap Laksanakan PTM

Baca juga: Dua SMA di Kecamatan Murung Pudak akan Jalani Verifikasi Lapangan Kesiapan PTM

Pihaknya juga sudah melengkapi dengan protokol kesehatan di sekolah. Apalagi, PTM bukan kalo pertama digelar di HSS.

"Dari segi kesiapan sarana prasarana sudah siap semua," bebernya.

Tercatat ada 376 sekolah di bawah naungan Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Rinciannya, 339 sekolah dasar dan 37 SMP. 

Dijelaskan Siti Erma menggelar PTM bukan perkara mudah. Selain protokol kesehatan yang ketat termasuk pembatasan jumlah siswa yang diperbolehkan masuk. Rekomendasi orangtua juga penting.

"Artinya PTM digelar atas persetujuan orangtua," jelasnya.

Baca juga: Sambut PTM di Tahun Ajaran Baru, Disdik Batola Optimistis Vaksinasi Kelar Akhir Juni

Bukan tanpa alasan ia menggelar PTM. Setahun pembelajaran daring, ia tak ingin anak-anak putus sekolah.

"Kami khawatir jika daring berlanjut ada anak yang nikah di usia dini. Kemudian ikut orangtua bekerja. Ini yang kami hindari," bebernya. (banjarmasinpost.co.id/eka pertiwi)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved