Breaking News:

Wabah Corona di Kalsel

Tren Kasus Covid-19 di Kalsel Meningkat Pasca Lebaran, Begini Analisa Tim Pakar ULM 

Tim Pakar Percepatan Penanganan Covid-19 ULM, Hidayatullah Muttaqin menyampaikan analisanya terkait tren peningkatan kasus Covid-19 Pasca Lebaran 2021

Penulis: Achmad Maudhody | Editor: Hari Widodo
Istimewa
Grafik Tren harian kasus positif Covid-19 di Kalsel. (Kanan) Anggota Tim Pakar Percepatan Penangan Covid-19 ULM, Hidayatullah Muttaqin, SE, MSI, PG. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Pemerintah memberlakukan upaya melalui serangkaian kebijakan termasuk peniadaan mudik jelang, saat dan pasca Idul Fitri 1442 Hijriah Tahun 2021 untuk menekan risiko terjadinya penularan Covid-19 secara masif. 

Dimana peniadaan mudik dimulai pada Tanggal 6 Mei atau kurang lebih satu minggu sebelum hari H Idul Fitri 1442 Hijriah yang bertepatan pada Kamis (13/5/2021).

Peniadaan mudik ini berlaku hingga Tanggal 17 Mei dan penyekatan arus mudik oleh Kepolisian dilanjutkan hingga Tanggal 24 Mei.

Meski demikian, Anggota Tim Pakar Percepatan Penanganan Covid-19 Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Hidayatullah Muttaqin, SE, MSI, PG menyebut peningkatan kasus Covid-19 sulit untuk dibendung sepenuhnya. 

Baca juga: Update Covid-19 Banjarbaru: Sembuh 20 Pasien, 1 Orang Meninggal

Baca juga: VIDEO Ratusan Guru di Kabupaten Tabalong Jalani Vaksinasi Covid-19 Dosis Pertama

Baca juga: Update Covid-19 Tanahbumbu: 3 Kecamatan Zona Hijau, 9 Zona Kuning

Meski sempat menunjukkan penurunan singkat saat peniadaan mudik, namun tren peningkatan kasus aktif Covid-19 kembali dideteksi pasca Idul Fitri 1442 Hijriah. 

"Satu minggu setelah lebaran, perkembangan kasus konfirmasi positif Covid-19 harian di Kalsel menunjukkan tren peningkatan," kata Muttaqin. 

Menganalisa sederet data yang bersumber di antaranya dari Google Covid-19 Community Mobility Reports, Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel dan data publikasi harian informasi perkembangan Covid-19 Kalsel di akun Instagram Dinkes Provinsi Kalsel, Muttaqin mengemukakan sejumlah indikator. 

Ia menyebut, selama satu minggu sejak lebaran (13-20 Mei), jumlah penduduk yang dikonfirmasi positif Covid-19 bertambah sebanyak 260 kasus. 

Setelah itu, jumlah kasus positif baru meningkat hampir 2 kali lipat sepanjang minggu kedua setelah lebaran (21-27 mei), yaitu sebanyak 416 kasus baru. 

Muttaqin juga menyoroti jumlah kasus kematian yang dilaporkan pada minggu pertama sejak lebaran mencapai 21 kasus, dimana pada minggu ke-2 turun menjadi 12 kasus. 

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved