Berita Tanahlaut

Aktivis PMII Tala Datangi Dewan, Kritisi Rekrutmen PTT hingga Galian C Ilegal

Rekrutmen PTT sembunyi-sembunyi hingga Galian C Ilegal di jadi isu yang dibahas para aktivis PMII Tala di hadapan wakil rakyat

Penulis: Idda Royani | Editor: Eka Dinayanti
M REZA DERMAWAN, ketua PC PMII Tala
Suasana aksi demonstrasi aktivis PMII Tala di DPRD Tala, Rabu (2_6) pagi.. 

Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Puluhan aktivis Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), mendatangi gedung DPRD Tala, Rabu (2/6/2021).

Membawa beberapa kertas karton, mereka jalan kaki setelah memarkir kendaraan bermotor di halaman gedung komisi ke gedung rapat paripurna yang terletak bersebelahan.

Setiba di gedung utama wakil rakyat tersebut sekitar pukul 08.00 Wita, rombongan aktivis PMII Tala tersebut ditemui Wakil Ketua DPRD Tala H Atmari dan anggotanya, H Junaidi. Turut mendampingi Sekretaris DPRD H Tajuddin Noor Effendi.

Mengingat masih dalam suasana pandemi covid-19, hanya beberapa orang yang dipersilakan masuk ke dalam gedung guna menyampaikan aspirasi.

Baca juga: Ribuan Guru di Tanahlaut Segera Divaksin, Ini Jumlah dan Sebarannya

Baca juga: Kesbangpol Tala Gencarkan Pembentukan Forum Pembaruan Kebangsaan, Begini Harapan Warga

Sebanyak sepuluh orang yang mewakili.

Sementara itu aparat kepolisian berjaga-jaga di lokasi untuk menjamin keamanan dan kelancaran aksi demo damai tersebut.

Ada empat poin aspirasi yang mereka sampaikan.

Pertama, meminta DPRD Tala sebagai wakil rakyat bersikap mengenai tambang galian C tanpa izin (ilegal).

Kedua, menuntut pihak kepolisian selaku aparat penegak hukum untuk menindak penambangan galian C tanpa izin (ilegal) di Tala.

Ketiga, meminta DPRD Tala memanggil seluruh kepala SKPD se-Tala dan mengklarifikasi terkait penerimaan PTT (pegawai tidak tetap) secara sembunyi-sembunyi dan terindikasi nepotisme.

Keempat, menuntut DPRD Tala langsung turun mengawasi proyek yang ada di Kaipaten Tanahlaut karena banyak ditemukan proyek asal-asalan.

Baca juga: Butuh Sarana Pendukung, Guru SD Kecil Sawang Balangan Usulkan Bangun Rumah Dinas dan Perbaikan WC

Baca juga: Cegah Kecelakaan Air di Waduk Riam Kanan, Dishub Banjar Imbau Pemilik Kapal Wajib Sediakan Pelampung

"Kami menunggu tindaklanjut dari DPRD Tala. Apabila dalam 14 hari kerja tuntutan kami tidak ada perkembangan, kami perlu melakukan aksi lanjutan di Kejaksaan Negeri Tala dan Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan di Banjarmasin," ucap Muhamad Reza Dermawan, ketua PC PMII Tala kepada banjarmasinpost.co.id seusai akso demo.

Ia mengatakan rekrutmen PTT secara sembunyi-sembunyi sangat merugikan masyarakat kecil yang tidak memiliki koneksi/link apa pun.

"Merugikan sarjana-sarjana dan putra daerah," tandasnya.

Dikatakannya, berdasar data yang pihaknya pegang, rekrutmen PTT secara diam-diam tersebut terjadi pada seluruh SKPD Pemkab Tala.

"Terindikasi nepotisme dalam rekutmennya. Rekom A, rekom B, rekom C," paparnya.

( Banjarmasinpost.co.id/roy)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved