Breaking News:

Pilkada Kalsel 2020

Beberkan Kesaksian Dugaan Pemalsuan Alat Bukti di Sidang MK, Mahdianoor Diteror Orang Tak Dikenal

Saksi kasus Dugaan Pemalsuan Alat Bukti di Sidang MK,Mahdianoor mengaku diteror orang tak dikenal.

Penulis: Achmad Maudhody | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/achmad maudhody
Mahdianoor saksi kasus dugaan pemalsuan alat bukti sidang PHPU Pilgub Kalsel di Mahkamah Konstitusi, Rabu (2/6/2021). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Nama Mahdianoor seorang advokat asal Kalsel terseret dalam kasus dugaan pemalsuan dokumen berisi pernyataan Komisioner Kabupaten Banjar tentang adanya menipulasi suara Pilgub Kalsel Tahun 2020.

Mahdianoor sempat dipanggil sebagai saksi oleh penyidik Ditreskrimum Polda Kalsel untuk memberikan keterangan terkait kasus tersebut pertengahan bulan Mei Tahun 2021.

Mahdianoor pada Selasa (25/5/2021) sempat memberikan keterangan kepada Banjarmasinpost.co.id yang menegaskan posisinya dalam kasus tersebut. 

Dimana Ia menegaskan, tak berafiliasi apalagi bergabung dengan salah satu tim pemenangan Paslon Pilgub Kalsel Tahun 2020.

Baca juga: Saksi Dugaan Pemalsuan Dokumen Alat Bukti Sidang MK Buka Suara, Mahdianoor Tegaskan Bukan Tim Sukses

Baca juga: Penyidikan Dugaan Pemalsuan Dokumen Bergulir, Polda Kalsel Akan Undang Denny Indrayana Sebagai Saksi

Baca juga: Penyidikan Dugaan Pemalsuan Dokumen Alat Bukti Sidang Sengketa Pilgub Kalsel, 3 Saksi Dikonfrontasi

Belakangan tak lama setelah membeberkan keterangan tersebut kepada media, Mahdianoor mengaku mengalami teror dari orang tak dikenal. 

“Setelah beberapa hari saya jumpa pers itu, mengalami beberapa kali teror,” katanya, Rabu (2/6/2021).

Teror yang dimaksud kata Mahdianoor berupa telepon gelap dari nomor tak dikenal dan menyinggung soal pernyataannya di media terkait kasus dugaan pemalsuan surat pernyataan yang dijadikan alat bukti dalam persidangan perselisihan hasil pemilihan umum Pilgub Kalsel Tahun 2020 di Mahkamah Konstitusi (MK). 

“Bahkan pada hari Kamis tanggal 27 Mei 2021, sekitar 22.00 Wita, kaca mobil saya di pukul orang tidak dikenal dan untungnya tidak sampai pecah,” beber Mahdianoor yang merupakan warga Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalsel ini. 

Tak berhenti sampai di situ, Mahdianoor juga mengaku ada orang tak dikenal menggedor pintu rumahnya saat tengah malam. 

"Saya sempat ke luar dan mencoba mengejar orang itu. Cuma tidak terkejar," ungkapnya. 

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved