Breaking News:

Pilkada Kalsel 2020

Beberkan Kesaksian Dugaan Pemalsuan Alat Bukti di Sidang MK, Mahdianoor Diteror Orang Tak Dikenal

Saksi kasus Dugaan Pemalsuan Alat Bukti di Sidang MK,Mahdianoor mengaku diteror orang tak dikenal.

Penulis: Achmad Maudhody | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/achmad maudhody
Mahdianoor saksi kasus dugaan pemalsuan alat bukti sidang PHPU Pilgub Kalsel di Mahkamah Konstitusi, Rabu (2/6/2021). 

Mahdianoor mengaku akan berupaya mendapatkan bukti-bukti yang lebih jelas atas kejadian teror tersebut sehingga dapat membuat laporan ke Kepolisian. 

Ia tak berani menyimpulkan siapa atau utusan siapa orang tak dikenal yang melakukan teror tersebut kepadanya.

Mahdianoor juga menegaskan, tak akan gentar dan akan terus memberikan keterangan sebenar-benarnya kepada penyidik dari Kepolisian yang menangani kasus dugaan pemalsuan surat pernyataan tersebut. 

Diketahui, surat yang dimaksud dan menjadi akar persoalan adalah surat pernyataan yang menyebut adanya rekayasa perolehan suara pada Pilgub Kalsel Tahun 2020 di Kabupaten Banjar dan mencantumkan nama Abdul Muthalib sebagai Komisioner KPU Kabupaten Banjar.

Dimana dokumen tersebut dibeberkan oleh salah satu saksi yang dihadirkan Paslon Nomor Urut 2 Pilgub Kalsel saat sidang pembuktian dihadapan Hakim MK. 

Mahdianoor dalam hal ini menjadi orang yang disebut diminta tolong oleh koleganya untuk mengambil surat tersebut dari Komisioner KPU Kabupaten Banjar dan menyerahkannya kepada Tim Kuasa Hukum salah satu Paslon Pilgub Kalsel. 

Persoalan tersebut merembet ke jalur hukum pidana karena Komisioner KPU Banjar, Abdul Muthalib merasa keberatan namanya disebut dalam surat pernyataan tersebut. 

Baca juga: Temukan Unsur Pidana, Polda Kalsel Naikkan Dugaan Pemalsuan Dokumen Pilgub kalsel ke Penyidikan

Abdul Muthalib saat ditemui Banjarmasinpost.co.id usai menjalani konfrontasi di Kantor Ditreskrimum Polda Kalsel beberapa waktu lalu bersikeras membantah bahwa Ia pernah membuat surat pernyataan tersebut. 

Ia meyakini namanya dicatut dan tandatangannya dalam surat pernyataan tersebut dipalsukan. (banjarmasinpost.co.id/achmad maudhody) 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved