Breaking News:

Kisah Petani Cabai di Sampit

Bukan Pemerintah, Petani Cabai di Sampit Kotim Masih Mengandalkan Bantuan Modal dari Tengkulak

Bagi Agus, petani cabai di Sampit, panen besar yang dilakukannya tak terlepas dari bantuan modal tengkulak

banjarmasinpost.co.id/fathurahman
Agus Suyanto saat di kebunnya di Kelurahan Pasir Putih Kecanatan Mentawa Baru Ketapang Sampit, beberapa waktu lalu 

Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID, SAMPIT - Agus Suyanto salah seorang petani di Jalan Jenderal Soedirman kilometer 10 arah Sampit- Pangkalanbun, meraih untung besar karena dia panen besar saat harga cabai melambung.

Agus mungkin satu-satunya petani cabai di Sampit yang ketiban untung.

Dia panen cabai saat harga di pasaran tradisional sedang tinggi-tingginya, apalagi mendekati Bulan Puasa Ramadan.

Namun begitu, Agus mengaku, untuk bisa panen hingga setengah hektare lahannya tersebut tidak mudah.

Baca juga: Petani di Sampit Jarang Menanam Cabai karena Rawan Rusak dan Perlu Modal Besar

Karena untuk bisa sukses bertanam cabai tersebut dia perlu modal besar untuk keperluan semuanya.

Terutama permodalan, Agus mengaku masih mengandalkan jasa tengkulak memodali pertanian cabai miliknya tersebut.

Selama ini pemerintah hanya membantu teknis penanaman.

"Untuk permodalan, semuanya saya dibantu oleh tengkulak demikian juga dengan pembelian pupuk juga pembasmi hama, semuanya dimodali oleh tengkulak hingga akhirnya sukses panen," ujarnya.

banjarmasinpost.co.id / faturahman

Penulis: Fathurahman
Editor: Eka Dinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved