Breaking News:

Berita Kalteng

Serangan Buaya di Kalteng, Paha Warga Bantaran Sungai Mentaya Sampit Robek Diterkam

Serangan buaya menimpa Salman Utuh (70) warga Mentaya Ilir Selatan. Serangan buaya menyebabkan pahanya robek digigit sang aligator

Polres Kotim untuk BPost
Salman Utuh (70) warga Desa Jaya Karet yang paha nya di serang buaya hingga mengalami luka robek, dijahit hingga 27 jahitan, kondisinya sudah membaik, Minggu (30/5/2021). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, SAMPIT - Kasus serangan buaya kepada warga yang tinggal di Bantaran Sungai Mentaya, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, kembali terjadi.

Kali ini menimpa Salman Utuh (70) warga Jalan Jaya Karet momor 40 RT 02 RW 01 Desa Jaya Karet Kecamatan Mentaya Hilir Selatan.

Sebelumnya, serangan buaya menimpa, Nenek Bahriah(74), Jumat (1/1/2021) tengah malam saat melakukan aktifitas di sungai belakang rumahnya.

Lengan warga Desa Pelangsian, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Sampit ini, putus diserang buaya, saat dia berontak melawan untuk melepaskan dari gigitan predator ganas penghuni Sungai Mentaya tersebut.

Baca juga: Warga Pinggir Sungai Mentaya Sampit Kaget Ada Bangkai Buaya Ukuran 3 Meter

Baca juga: Tanggapi Laporan Ada Buaya Berkeliaran,  Bakakar 654 Murakata Tiga Jam Sisir Sungai Mandingin HST

Baca juga: Resah Diduga Ada Buaya Berkeliaran, Warga Desa Kias HST Takut Cari Ikan Malam Hari

Kejadian terulang, menimpa Salman Utuh, Senin,(31/5/2021) pukul 08.00  Wib, merupakan kali kedua serangan buaya yang terjadi dalam tahun 2021 ini kepada warga yang tinggal dibantaran Sungai Mentaya yang lokasi rumahnya tak jauh dari pulau habitat buaya yakni di Pulau Lepeh dan Pulau Hanaut yang ada di tengah Sungai Mentaya.

Informasi, dari warga setempat menyebutkan, warga bantaran sungai saat ini,  menjadi semakin takut untuk melakukan aktifitas di Sungai Mentaya, bukan hanya pada siang hari saja, tetapi juga pada  malam hari karena buaya semakin ganas menyerang warga yang beraktifitas di sungai.

"Kami tidak lagi berani ketika adanya serangan itu, anak-anak yang biasa mandi di sungai saat ini takut, apalagi saat ini air pasang debitnya lebih tinggi dari biasanya, sehingga buaya rawan naik ke daratan dan rawan menyerang warga yang beraktifitas bantaran sungai," ujar Tajuddin warga Samuda, Rabu (2/6/2021).

Kapolres Kotim AKBP Abdoel Harris Jakin, melalui, Kapolsek Jaya Karya, Samuda, Iptu Triawan Kurniadi, mengungkapkan, pihaknya telah melakukan cek tempat kejadian perkara dan mengunjungi korban yang pahanya digigit buaya di Jalan Desa Jaya Karet tersebut dan kondisinya membaik.

Dijelaskan, serangan buaya terjadi, saat itu, korban mau mencuci tangan di belakang rumahnya, karena kotor bekas bau ikan waktu memasang jebakan tikus di belakang rumahnya.

Saat itu dia merasa tangannya belum bersih, saat korban  naik tangga mau mengambil sabun, dia merasa ada dorongan dari arah belakang yang menghantam paha belakangnya.

Halaman
12
Penulis: Fathurahman
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved