Breaking News:

Berita HST

Penyelesaian Jembatan Muara Rintis HST Lambat,  Truk Tronton Pun Terabas Jalan Pedesaan

Truk tronton terpaksa menerabas jalan pedesaan di HST menyusul lambannya perbaikan Jembatan di Muara Rintis

Penulis: Hanani | Editor: Hari Widodo

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI- Pasca longsor 2021 lalu, pembangunan jembatan di Desa Muara Rintis Kecamatan Batangalai Utara Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) kembali dibangun Balai Besa Pelaksanaan Jalan NAsional (BBPJN) Wilayah XI Kalselteng.

Sampai JUni 2021, pekerjaan pembangunannya belum juga selesai.

Sementara pembangunan jembatan belum selesai, angkutan berat jenis truk fusu hingga tronton pun dilarang melintas.

Pihak kontrator pelaksana bahkan mempekerjakan warga setempat, untuk menjaga agar tak ada truk yang lolos.

Baca juga: Sempat Putus, Jembatan Darurat Penghubung Desa Auh dan Kambiyain Balangan Akan Dibangun

Baca juga: Dilarang Melintasi Jalan Muara Rintis, Angkutan Sampah Dinas LHP HST Terpaksa Lewat Batumandi

Larangan itupun berdampak buruk karena angkutan berat sejenis truk Fusu hingga tronton menerabas jalan perdesaan di wilayah Hulu Sungai Tengah dan Kabupaten Balangan.

Rahmat, warga Rangas menyebut, ada dua truk gandeng yang nekat menerobos lewat Desa Rangas dan tersangkut di jembatan Irigasi yang tinggi di Ambitu karena baknya terlalu panjang.

“Kalau angkutan semen, hampir tiap hari lewat membuat jalan mulai rusak. Ada yang sudah tahantak. Bahkan di bagian oprit jembatan Ambitu sudah berlubang,”katanya, Kamis (3/6/2021).

Dijelaskan, status jalan desa tersebut merupakan jalan provinsi yang menghubungan desa-desa di HST ke Kabupaten Balangan.

JIka biasanya truk semen conch itu melewati Muara Rintis, Ilung, Kecamatan Batangalai Itara  menuju Tabalong, sejak penutupan para sopir melintas lewat Birayang, Rangas, Limpasu, hingga ke Desa Muara Tariwin, Lokbatu dan Bakung keluar di Kecamatan Batuandi-Kabupaten Balangan.

 “Ini sangat merugikan, jalan desa jadi cepat rusak. Padahal sebelumnya mulus beraspal. Sekarang ada beberapa titik tanahnya turun,”kata Yanto, warga LImpasu, yang mengatakan sering melihat lalu lalang truk angkutan berat melintas di desanya.

Selain melewati jalan perdesaan di HST-Balangan itu, angkutan jenis fusu dan tronton atau angkutan semen juga melewati jalan nasional di Kecamatan Labuanamas Selatan, Labuanmas Utara di Sungai Buluh, hingga wilayah Amuntai, HSU hingga Kalua, yang masuk wilayah Tabalong.

Baca juga: Warga Banjang Kabupaten HSU Harapkan Jembatan Rusak Diperbaiki

Akibat dilewati secara intens angkutan berbadan besar, jalan nasional di wilayah HST pun mengalami kerusakan di beberap titik,dan sempat diperbaiki warga secara mandiri, yaitu di Jembatan Walangko KAsarangan.

Meski akhirnya diperbaiki dengan cara tambal sulam oleh pihak pemerintah. “Jadi jika pengerjaan jembatan Muara Rintis itu lambat, dampak kerusakan jalan tak hanya di jalan HST-HSU, tapi juga jalan-jalan desa di HST dan Balangan,”kata Yanto. (banjarmasinpost.co.id/hanani)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved