Breaking News:

Haji 2021

Sampai 3 Juni 2021 Indonesia Belum Diundang Arab Saudi untuk Teken MoU Persiapan Haji 2021

Sampai hari ini otoritas Arab Saudi masih belum mengundang Pemerintah Indonesia untuk teken MoU persiapan haji 2021

Penulis: Mariana | Editor: Anjar Wulandari
AFP/HANDOUT/SPA
Umat Muslim melakukan lempar jumrah dengan penerapan protokol kesehatan di Jembatan Jamarat, dalam rangkaian ibadah haji di Mina, Arab Saudi, Jumat (31/7/2020). 

Editor : Anjar Wulandari

BANJARMASINPOST.CO.ID - Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia (RI) resmi putuskan pembatalan haji bagi jemaah haji Indonesia.

Hingga pengumuman tersebut resmi diedarkan, otoritas Arab Saudi masih belum mengundang Pemerintah Indonesia untuk membahas dan menandatangani Nota Kesepahaman ( MoU) tentang persiapan penyelenggaraan ibadah haji tahun 1442 H/2021 M.

"Ini bahkan tidak hanya Indonesia, tapi semua negara. Jadi sampai saat ini belum ada negara yang mendapat kuota, karena penandatanganan Nota Kesepahaman memang belum dilakukan," ungkap Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dilansir Banjarmasinpost.co.id dari siaran pers kemenag.go.id, Kamis (6/3/2021).

Kondisi tersebut berimbas pada persiapan penyelenggaraan ibadah haji. Sebab, berbagai persiapan yang sudah dilakukan, belum dapat difinalisasi.

Baca juga: Berangkat atau Tidak, Masih Banyak Warga Kalsel yang Menabung Haji di Bank

Baca juga: Ini Alasan Pemerintah Indonesia Tak Berangkatkan Haji Tahun Ini, Tak Cuma Soal Kuota

Untuk layanan dalam negeri, misalnya kontrak penerbangan, pelunasan biaya perjalanan ibadah haji (Bipih), penyiapan dokumen perjalanan, penyiapan petugas, dan pelaksanaan bimbingan manasik, semuanya baru bisa diselesaikan apabila besaran kuota haji sudah diterima dari Saudi Arabia.

Demikian pula penyiapan layanan di Saudi, baik akomodasi, konsumsi, maupun transportasi, belum bisa difinalisasi karena belum ada kepastian besaran kuota, termasuk juga skema penerapan protokol kesehatan haji, dan lainnya.

"Itu semua biasanya diatur dan disepakati dalam MoU antara negara pengirim jemaah dengan Saudi. Nah, MoU tentang persiapan penyelenggaraan ibadah haji tahun 1442H/2021M itu hingga hari ini belum juga dilakukan," tuturnya.

"Padahal, dengan kuota 5 persen dari kuota normal saja, waktu penyiapan yang dibutuhkan tidak kurang dari 45 hari," lanjutnya.

Hal lain yang menjadi pertimbangan adalah dampak dari penerapan protokol kesehatan yang diberlakukan secara ketat oleh Saudi karena situasi pandemi. Pembatasan itu bahkan termasuk dalam pelaksanaan ibadah.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved