Breaking News:

Berita Banjarmasin

Sebanyak 17 Stasiun TV di Kalsel Masuk Riset Indeks Kualitas Siaran KPI Pusat

Komisi Penyiaran Indonesia bekerja sama dengan Universitas Lambung Mangkurat lakukan riset pada 17 statisun TV untuk ketahui penilaian masyarakat

Penulis: Milna Sari | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/MILNA SARI
Pertemuan Komisi Penyiaran Indnoesia (KPI) Pusat dengan KPI Kalimantan Selatan, terkait hasil riset kualitas program siaran televisi berjaringan, bertempat di Mercure Hotel Banjarmasin, Kamis (3/6/2021). 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kualitas tiga program siaran belum memenuhi standar, antara lain Infotainment, variety show dan sinetron, jadi fokus evaluasi Komisi Penyiaran Indonesia (KPI).

Hal itu diungkapkan Komisioner KPI Pusat, Mimah Susanti, dalam pertemuan membahas Informan Riset Indeks Kualitas Program Siaran Televisi berjaringan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat bekerja sama dengan Universitas Lambung Mangkurat di Mercure Hotel di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Kamis (3/6/2021).

Dikatakannya, pertumbuhan televisi saat ini tidak bisa dikontrol lagi. Hari ini di tingkat nasional, 25 televisi  yang diawasi KPI. Kalau muncul TV digital sekitar 100 lebih, di tahun 2021.

Karena persaingan semakin ketat, diharapkan kualitasnya semakin baik. "Biar masyarakat bisa banyak diberikan pilihan atas program televisi yang ditayangkan," ujarnya.

Baca juga: Sampai 3 Juni 2021 Indonesia Belum Diundang Arab Saudi untuk Teken MoU Persiapan Haji 2021

Baca juga: BREAKING NEWS: Indonesia Tak Berangkatkan Haji 2021

Riset Indeks Kualitas Program Siaran Televisi, menurut Mimah, merupakan bagian referensi tambahan pengawasan pihanya secara langsung atau dari pengaduan masyarakat.

Selanjutnya, menjatuhkan sanksi atas dugaan ketika program siaran itu melanggar.

"Ini membantu KPI menilai kualitas program siaran. Ada delapan program yang jai bahan riset. Di tiga program yang terendah diriset ini bisa memproduksi program siaran yang lebih baik. Konten yang menjadi sorotan siaran seperti sinetron isu perceraian, perselingkuhan, pernikahan dini dan lainnya," bebernya.

Pelaksanaan riset, lanjutnya, juga agar fungsi media berjalan, yakni fungsi edukasi, bukan hiburan dan lainnya.

Baca juga: Jelang PSU Pilgub Kalsel 2020, Spanduk Bernuansa Politik di Banjarmasin Selatan Ditertibkan

Baca juga: BREAKING NEWS: Sebatang Kara, Warga Banjarbaru Ditemukan Gantung Diri di Kediamannya

Hal itu sesuai dengan amanah UU 32, bekerja sama dengan stekholder yang salah satunya adalah perguruan tinggi lembaga yang indepeden masih original.

Ditambahkan Komisioner KPI Kalsel, Marliyana, untuk Kalimantan Selatan jumlah stasiun televisi yang dilakukan riset ada 17 buah. Pelaksanaan riset, digelar di 12 kota di Indonesia.

"Semua riset, pada televisi nasional. Televisi lokal Kalimantan Selatan belum ada yang bekerja sama dengan pemerintah provinsi dan bukan televisi berjaringan," sebutnya, seraya menambahkan riset digelar rutin setiap tahun.

(Banjarmasinpost.co.id/Milna Sari)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved