Breaking News:

Berita Tapin

Sepanjang Januari-Juni 2021, Pengadilan Agama Rantau Paling Banyak Menangani Kasus Gugat Cerai

Kasus gugat cerai atau istri yang mengajukan gugatan perceraian kepada suami paling banyak mendominasi di Pengadilan Agama Rantau

Penulis: Stanislaus Sene | Editor: Eka Dinayanti
banjarmasinpost.co.id/stan
Kepaniteraan Pengadilan Agama Rantau, Nanang SAg 

Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Kasus gugat cerai sepanjang Januari hingga Juni 2021 mendominasi di Kabupaten Tapin dari seluruh perkara yang masuk ke Pengadilan Agama.

Sebanyak 209 perkara dan permohonan sudah masuk ke PA Rantau, umumnya didominasi perkara gugat cerai.

Hal itu dikatakan Panitera Muda Hukum PA Rantau, Dra Hj Fatmawati di kantor Pengadilan Agama Rantau Jl By Pass Tapin, Kamis (3/6/2021).

Ia mengatakan umumnya perkara yang masuk ke Pengadilan Agama Rantau lebih didominasi perkara gugat cerai atau pihak istri yang mengajukan gugatan perceraian kepada suami.

Baca juga: Heboh Video Pencuri Celengan Masjid Agung Humasa Rantau, Pelaku Ternyata ODGJ, Keluarga Minta Maaf

Baca juga: Mencoba Mencuri, Warga Rantau Nangka Diamankan Polsek Tapin Selatan

"Adapun faktor yang mempengaruhi yakni faktor ekonomi selain itu karena suami tersandung kasus narkoba dan ada juga karena faktor pihak ketiga atau dengan kata lain perselingkuhan," jelasnya.

Dra. Hj Fatmawati mengatakan untuk usia yang cerai rata-rata berumur antara 35 tahun ke bawah.

Ia mengatakan pada 2020 lalu, perkara yang masuk ke PA Rantau selama kurun waktu satu tahun ada 548 kasus dari semua perkara dan permohonan yang masuk ke PA Rantau.

"2020 lalu, kita menangani 548 kasus dengan rincian perkara cerai gugat ada 291 kasus, cerai talak 93 kasus, harta bersama dua kasus, perwalian tiga kasus, asal-usul anak atau perwalian 12 kasus, isbath nikah 45 kasus, dispensasi kawin 93 kasus, waris satu kasus dan penetapan ahli waris ada tujuh kasus," jelasnya.

Ia mengatakan di 2021 dari Januari hingga Juni sebanyak 209 perkara sedangkan untuk permohonan ada 63 dan dari semua itu hanya tinggal dua perkara yang belum selesai.

Baca juga: Memasuki Kemarau, Kebakaran Lahan Kering Mulai Terjadi di Pinggiran Kota Palangkaraya

Baca juga: Prihatin Melihat Kondisi di Handil Labuanamas, Wabup Tala Sebut Prioritas Ditangani

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved