Breaking News:

Berita HST

VIDEO Cuaca Panas Bikin Penghuni Huntara di Desa Baru HST Tak Bisa Istirahat di Rumah

Cuaca panas membuat korban Banjir di HST yang kini menempati rumah hunian sementara (huntara)tak bisa istirahat

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI-Selama lima bulan lebih tinggal di rumah hunian sementara (huntara) warga Desa Baru Kecamatan Batubenawa Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) merasa kondisi yang tidak nyaman di saat kondisi cuaca sedang terik.

Warga pun pilih beristirahat di teras rumah,karena jika siang hari huntara yang mereka huni hawanya sangat panas.

Safiah, salah satu penghuni huntara menuturkan,kondisi ini mereka rasakan sejak Ramadan atau Mei hingga sekarang.

"Kalau malam, tengah malam baru udaranya dingin,"katanya kepada banjarmasinpost.co.id,Kamis (3/6/2021) .

Bangunan huntara berbahan kalsiboard, dengan rangka berbahan baja ringan atap seng serta lantai papan dan sebagian tripleks.

Hawa panas yang cukup menyengat itu,membuat warga harus mencari tempat istirahat yang lebih nyaman seperti di bagian teras, di bawah pohon dan pinggir sungai.

Meski demikian,warga menyatakan tetap bersyukur atas bantuan huntara yang dibangunkan pemerintah daerah maupun relawan dari berbagai organisasi.

"Setidaknya lebih nyaman ketimbang tidur di tenda. Namun kami berharap realisasi bantuan stimulan dari pemerintah pusat cepat terealisasi, agar kembali bisa membangun rumah permanen, menambah bangunan yang sudah ada,"kata Kasi kesejahteraan Rakyat Desa Baru, Toto Martoni.

Toto sendiri menyatakan, khusus untuk huntara komunal yang dibangun Pemkqb HST status lahannya meminjam lahan milik warga lainnya,sehingga ada rasa tak enak hati meminjam lahan tersebut terlalu lama. Karena itu, atas nama warga diapun berharap Pemkab HST membantu mempercepat realisasi bantuan pasca penyerahan secara simbolis bantuan tersebut kepada Bupati HST beberapa waktu lalu.

Disebutkan, ada25 keluarga yang tinggal di huntara komunal, yaitu di RT 7 dan 8 sebanyak 12 keluarga serta di RT 2 sebanyak 13 keluarga. Selebihnya tinggal di huntara yang dibangun di lahan masing-masing. Sedangkan warga yang rumahnya rusak sedang membangun atau merehab mandiri tempat tinggal mereka. (Banjarmasinpost.co.id /hanani)

Penulis: Hanani
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved