Breaking News:

Berita Ekonomi

Diskon Tarif Listrik Disetop, Pelaku Usaha Kecil di Banjarbaru Belum Stabil

Pemerintah memutuskan untuk tidak melanjutkan stimulus diskon tarif listrik kepada masyarakat dan pelaku usaha yang terdampak pandemi Covid-19.

banjarmasinpost.co.id/salmah saurin
Yuliana pelaku usaha makanan ringan 

Editor: Edi Nugroho

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN- Pemerintah memutuskan untuk tidak melanjutkan stimulus diskon tarif listrik kepada masyarakat dan pelaku usaha yang terdampak pandemi Covid-19.

Sebagaimana dikatakan Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Rida Mulyana, keringanan tagihan listrik yang berlaku sejak April 2020 tersebut akan berakhir pada akhir Juni ini.

"Keputusan nasional tahun ini bertahap triwulan pertama (diskon tarif) diberikan sesuai 2020, triwulan kedua 50 persen, triwulan selanjutnya tidak ada atau berakhir sama sekali. Jadi tidak lagi dibantu oleh negara," ujar Rida dalam konferensi pers, Jumat, 4 Juni 2021.

Kebijakan pemerintah itu ditanggapi beragam oleh para pelaku usaha kecil dan menengah, salah satunya Yuliyana, pelaku usaha makanan ringan di Banjarbaru.

Baca juga: Diskon Listrik 50 Persen PT PLN Berakhir di Juni 2021, Tak Perlu Lewat PLN Mobile atau pln.co.id

Baca juga: Hari Ini Sudah Bisa Diklaim, Diskon Listrik 50 Persen Terakhir Bulan Juni 2021, Begini Syaratnya

Baca juga: Hari Ini 1 Juni 2021, Simak Cara Praktis Dapatkan Diskon Listrik PLN Bulan Juni 2021

Jika tidak ada lagi keringanan tagihan listrik maka ia menyatakan tidak bisa membuat banyak, ia hanya berharap semoga usahanya baik dan lancar

"Saat jualan ramai, ya tak masalah bayar listrik, tapi kalau jualan sepi, ya harus bagaimana bayar listriknya?" tukasnya.

Walaupun sekarang jualan sudah lumayan membaik, tetapi menurut Yuliana belum seramai seperti sebelum wabah corona.

Dulu, dalam seminggu ia mampu menjual kue kering yang dikemas ulang itu sebanyak 10 kuintal, sekarang 3 kujntal saja susah, itupun masih banyak yang kembali.

"Sebenarnya ekonomi untuk UKM ini masih belum normal, jadi masih berharap tetap ada keringanan bayaran listrik," tukasnya.

Hal yang sama juga diakui Farul, pedagang kuliner di Martapura. Menurutnya diskon tarif listrik hendaknya berlaku sepanjang masih ada wabah corona.

"Masalahnya, banyak usaha yang terpuruk dan saat ini masih dalam tahap mengembalikan posisi usaha ke tahap normal. Artinya masih perlu diskon tarif listrik," alasannya.

Ia berharap ada kebijakan yang benar-benar memerhatikan pelaku usaha kecil, seperti halnya diskon tarif yang memang banyak meringankan beban pengeluaran.
(banjarmasinpost.co.id/salmah saurin)

Penulis: Salmah
Editor: Edi Nugroho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved