Breaking News:

Berita Kalteng

Terkesan Mubazir, Operasional Pasar di Kotim Kalteng yang Dibangun Miliaran Rupiah Tak Optimal

Pasar di Kotim yang banyak dibangun pemerintah dengan dana APBN dan APBD terkesan mubazir karena tak optimal digunakan, bahkan ada yang kosong

(banjarmasinpost.co.id/faturahman)
Pusat Perbelanjaan Mentaya Sampit, Kotim Kalteng, letaknya dibantaran Sungai Mentaya 

Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID, SAMPIT - Pembangunan sejumlah pasar tradisional di Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, menjadi sorotan berbagai kalangan.

Pasalnya, banyak pasar dibangun tetapi pedagang yang menempati masih sedikit, ada juga yang belum dipakai sama sekali.

Pantauan di Sampit, sejumlah pasar tradisional maupun semi modern yang dibangun dengan dana miliaran rupiah menggunakan APBD dan APBN hanya ditempati sedikit pedagang, seperti Pasar Mentaya di Jalan S Parman dan Pasar Rakyat di Jalan Ahmad Yani Sampit.

Bahkan, salah satu pertokoan di sekitar Taman Wisata Ikon Patung Ikan Jelawat di bantaran Sungai Mentaya, pedagang yang menempati hanya beberapa orang.

Baca juga: Ratusan Orang Antre Divaksin di Puskesmas Ketapang 1 Sampit Kabupaten Kotim

Baca juga: Respons Panen Cabai di Sampit, Wabup Kotim Berharap Pertanian Cabai Lebih Dikembangkan

Padahal bangunan tersebut dibangun puluhan kios dan sudah lama diperasionalkan.

H Ruslan Abdul Gani, Jumat (4/6/2021), salah seorang pedagang di Pusat Perbelanjaan Mentaya yang juga Mantan Ketua Pasar menyayangkan anggaran besar pembangunan pasar tetapi belum optimal sehingga terkesan mubazir.

Menurut dia, pembangunan pasar selayaknya dilakukan perencanaan yang matang tidak asal bangun proyek.

Apalagi setelah dibangun kios atau toko tidak diberikan kepada pedagang, malah diberikan kepada oknum yang bukan pedagang tetapi hanya ingin menyewakan toko tersebut.

"Sebenarnya banyak pasar bagus, tetapi titiknya tidak berdekatan. Karena sejumlah bangunan pasar sudah terbangun sebaiknya dioperasionalkan saja. Karena yang jadi soal biasanya kios tidak diberikan kepada pedagang tetapi oknum yang hanya ingin menyewakan, makanya tidak optimal saat operasionalnya," ujarnya.

banjarmasinpost.co.id / faturahman

Penulis: Fathurahman
Editor: Eka Dinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved