Breaking News:

Berita Palangkaraya

Tujuh Orangutan Hasil Rehabilitasi BOSF Palangkaraya Dilepasliarkan ke Alam

Darryl adalah salah satu dari tujuh orangutan yang dilepasliarkan ke taman nasional bukit baka bukit raya, Kasongan, Kabupaten Katingan Kalimantan Ten

Yayasan BOS Palangkaraya
Darryl salah satu orangutan dari tujuh orangutan yang dilepasliarkan ke alam bebas di Taman Nasional Bukit Baka Buki Raya Katingan, Kalteng. 

Editor: Edi Nugroho

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Darryl adalah salah satu dari tujuh orangutan yang dilepasliarkan ke taman nasional bukit baka bukit raya, Kasongan, Kabupaten Katingan Kalimantan Tengah.

Orangutan ini, diserahkan oleh seorang warga Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah pada 11 Juli 2010, silam.

Warga tersebut, mengaku membeli jantan ini dari seseorang di Bali, namun setelah memeliharanya selama seminggu, dia memutuskan untuk menyerahkan Darryl
kepada BKSDA Kalimantan Tengah. Saat itu Darryl beratnya hanya 2,4 kilogram dengan perkiraan usia 6 bulan.

Setelah menyelesaikan Sekolah Hutan, Darryl kemudian mengikuti tahapan pra-pelepasliaran di Gugusan Pulau Salat pada 17 Desember 2019 bersama Amber dan Barlian. Meski Darryl bukanlah orangutan yang agresif, namun dia memiliki keingintahuan tinggi dan mudah curiga.

Baca juga: BTalk: Wawancara Ekslusif dengan Arga dari Pusat Rehabilitasi Orangutan Palangkaraya

Baca juga: Wisata Kalteng, Pulau Selat Jadi Tempat Pra Rilis Orangutan

Baca juga: Dampak Covid-19, Setahun Yayasan BOS Tidak Melakukan Pelepasliaran Orangutan 

Baca juga: Perjalanan Pelepasliaran Orangutan di Bukit Batikap Murungraya Kalteng Perlu 3 Hari 2 Malam

Dia telah menjelajah seluruh pulau dan sangat terampil dalam bergerak di tajuk dan memanjat pohon. Darryl sudah cukup mengembangkan kemampuan mengenali buah-buahan
hutan yang layak makan di pulau, kemampuan yang kami percaya bisa membantu menyintas di hutan alam bebas.

Sebanyak tujuh orangutan yang telah melalui proses rehabilitasi Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF) Palangkaraya, Kalimantan Tengah, dilepasliarkan ke alam bebas yakni di Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya, Kabupaten Katingan, Kalteng.

Pelepasliaran dilakukan menjelang Hari Lingkungan Hidup Sedunia, oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah bersama Balai Taman Nasional Bukit BakaBukit Raya (TNBBBR) dan bekerjasama dengan mitra Yayasan Borneo Orangutan Survival (BOS) serta para pihak lainnya.

Pelepasliaran orangutan hasil rehabilitasi ke hutan alami di kawasan Taman Nasional Bukit Baka
Bukit Raya tersebut sebagai upaya perlindungan dan pelestarian orangutan di Kalimantan. Pemerintah berkomitmen melestarikan keanekaragaman hayati Indonesia, sebagai upaya pelestarian keanekaragaman hayati diantaranya melalui kegiatan pelepasliaran satwa khususnya orangutan hasil rehabilitasi ke habitat aslinya.

Kegiatan pelepasliaran, tersebut merupakan, rangkaian kegiatan “Living in Harmony with Nature: Melestarikan Satwa Liar Milik Negara” yang dicanangkan oleh Menteri
Lingkungan Hidup dan Kehutanan tahun 2021, juga dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia setiap tanggal 5 Juni serta Road to Hari Konservasi Alam Nasional, 10 Agustus.

Plt. Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah, Handi Nasoka, Jumat (4/6/2021) mengungkapkan,
tujuh individu orangutan yang dilepasliarkan ,terdiri dari 4 jantan yakni , Barlian 10 Tahun, Darryl 12 Tahun, Randy 14 Tahun, dan Unggang 10 Tahun.

Selain itu, juga ada 3 betina yakni Amber 16 Tahun, Reren 8 Tahun, dan Suayap 22 Tahun. Dari tujuh individu orangutan tersebut, terdapat 5 individu merupakan hasil serahan dari warga, 1 individu orangutan hasil repatriasi dari Thailand atas nama Suayap, dan 1 individu atas nama Randy merupakan orangutan hasil rescue dari operasi gabungan tim wildlife rescue BKSDA Kalimantan Tengah dan Yayasan BOS.

Dia menjelaskan, semua orangutan tersebut, telah melewati masa rehabilitasi antara 7 hingga 16,5 tahun dan telah dinyatakan sehat serta hasil swab PCR negatif sehingga siap untuk dilepasliarkan di habitat alaminya."Mereka dilepasliarkan di alam bebas di kawasan hutan TNBBBR di Katingan," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Balai Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (TNBBBR), Agung Nugroho, menyampaikan, orangutan yang dilepasliarkan kali menempuh
perjalanan cukup panjang sebelum akhirnya dapat menghuni rumah barunya di kawasan TNBBBR wilayah kerja Resort Tumbang Hiran, Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah II Kasongan, Balai Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya. (banjarmasinpost.co.id / faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Edi Nugroho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved