Breaking News:

Berita HST

RMF Janji Siapkan Ambulans untuk Pasien ODGJ Warga Miskin di HST

Rumah Manusia Foundation (RMF) menyatakan sedang berjuang menyiapkan fasilitas Ambulans untuk pasien orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

Penulis: Hanani | Editor: Edi Nugroho
Rumah Manusia Foundation
Evakuasi salah satu penderita gangguan jiwa yang lumpuh akibat pemasungan di Kecamatan Pandawan, untuk berobat ke RSJ di Banjarbaru beberapa waktu lalu. 

Editor: Edi Nugroho

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI- Rumah Manusia Foundation (RMF) menyatakan sedang berjuang menyiapkan fasilitas Ambulans untuk pasien orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

Ambulans dibutuhkan untuk mengevakuasi jika ada pembebasan ODGJ dari pemasungan maupun kebutuhan evakuasi ODGJ lainnya.

Pemkab HST sendiri belum memiliki ambuans tersebut, meski kasus gangguan jiwa di HST cukup tinggi, yaitu 432 berdasarkan data DInas Kesehatan hingga Mei 2021.

Sekretaris RMF Kalsel, Hari Purnomo, kepada banjarmasinpost.co.id mengatakan, ambulans juga dibutuhkan untuk mendukung program advokasi khususnya memfasilitasi pengobatan penderita gangguan jiw bagi masyarakat tak mampu.

Baca juga: SMP Islam Terpadu Al Khair Barabai Kabupaten HST Gelar Pengukuhan Secara Virtual

Baca juga: Lakukan Mutasi, Bupati HST Minta Pejabat Baru DIlantik Amanah Laksanakan Tugas

Baca juga: Dispersip HST Mendapatkan Nilai Tak Memuaskan, Sarpas Jadi Salah Satu Poin

“Kami berharap semua pihak dapat bekerjasama dengan RMF. Kami juga terbuka menerima laporan masyarakat untuk membentu edukasi maupun advokasi baik masyarakat di HST maupun daerah lainnya di Kalsel,”kata Haris.

Ditambahkan, pelayaan unit ambulance gratis diperlukan bagi masyarakat miskin yang memerlukan penanganan. Khususnya mereka yang dirujuk ke faskes yang memiliki pelayanan kejiwaan rawat inap.

Sebab, sangat tidak mungkin mereka dibawa menggunakan angkutan umum. Pemerintah daerah, kata Haris, juga harus menyediakan fasilitas pendampingan sosial berjangka dalam penjangkauan Klien ODGJ, pasca rehabilitasi medis. Hal itu penting karena rehabilitasi medis saja tidak cukup tanpa pendampingan sosial pasca rehabilitasi.

“Mari membuka hati, untuk bisa memanusiakan mereka kembali. Pihak keluarga juga harus diedukasi dan diadvokasi mulai dari prarehabilitasi sampai persiapan menyambut klien ODGJ kembali di tengah keluarga dan masyarakat. Bantu hilangkan stigma, diskriminasi dan pelanggaran hak asasi mereka,”pungkasnya. (banjarmasinpost.co.id/hanani)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved