Breaking News:

Berita HST

Dua Kali Gagal Berhaji, Calhaj HST Pasrah Terima Takdir, Kompak Tak Menarik Uang Pelunasan haji

para calon haji (Calhaj) di Kabupaten HST yang masuk daftar diberangkatkan 2021 menyatakan pasrah, dan bisa menerima takdir tersebut.

Penulis: Achmad Maudhody | Editor: Hari Widodo
Dok Banjarmasinpost
Calhaj HSU 2019 saat mengikuti manasik haji. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Gagal berangkat ke Tanah Suci untuk berhaji, para calon haji (Calhaj) di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) yang masuk daftar diberangkatkan 2021 menyatakan pasrah, dan bisa menerima takdir tersebut.

Sebelumnya, mereka pun gagal berangkat pada musim haji 2020 lalu, dan sudah melunasi pembayaran ongkos naik haji (ONH)serta tak menarik dananya.

Untuk pembatalan kedua ini pun, Calhaj menyatakan tak menarik dana  pelunasan haji mereka, sampai benar-benar diberangkatkan. Alasannya, karena sudah diniatkan untuk ibadah, sehingga jika selama masuk daftar tunggu meninggal dunia, niatnya tetap beribadah lagi. “Lagi pula, infrmasi yang kami terima jika meninggal dunia, bisa digantikan oleh ahli waris, seperti anak-anak,”kata Bambang, salah satu Calhaj yang dua kali gagal diberangkatkan.

Bambang bersama istri mendaftar haji sejak 2010 di Kemenag HST. Sejak 2020, dia dan istrinya  sudah menyiapkan perlengkapan berhaji seperti kain ihram dan kebutuhan lainnya.

“Jadi ketika ada panggilan berangkat, tinggal angkat koper,”katanya. Namun, untuk persiapan seperti selamatan atau syukuran belum sampai dilakukan.

Baca juga: Indonesia Tak Berangkatkan Haji 2021 Gegara Kuota, Konsul Haji KJRI: Semua Negara Belum Dapat Kuota

Baca juga: Penyelenggaraan Haji 2021 Dibatalkan, 510 Jemaah Tabalong Ikut Tertunda Pemberangkatannya

Baca juga: Fakta-fakta Pembatalan Haji 2021, Kemenag Tegaskan Bukan Karena Utang dan Vaksin

Mengenai kegagalan kedua kali diberangkatkan akibat kebijaka pemerintah pusat yang melakukan pembatalan, Bambang dan Calhaj lainnya yang masuk dafar berangkat mengatakan tentu saja ada rasa kecewa.

Menurutnya, rasa kecewa itu manusiawi, karena sudah lama berniat menunaikan rukun Islam ke-5. Namun, harus dikembalikan lagi,  bahwa segala sesuatu terjadi atas izin Allah.

“Daripada larut dalam kekecewaan, lebih baik berdoa kepada Allah, agar dilancarkan, dan niat berhajinya segera terkabul,”kata guru di salah satu sekolah di Birayang, Kecamatan Batanga lasi Selatan ini. 

Menurut Bambang, setahu dia , tak ada Calhaj yang menarik dana pelunasan haji mereka, membuktikan keseriusan masyarakat untuk beribadah ke Tanah Suci Mekkah. “Semoga saja pandemic segera berakhir,”pungkasnya. (banjarmasinpost.co.id/hanani)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved