Breaking News:

Berita HST

Kemenag Kabupaten HST Beritahu Pembatalan Haji di Group WA, 1 Orang Tarik Dana Pelunasan

Pengumuman pembatalan haji 2021 dilakukan Kemenag Kabupaten HST melalui Group WA, dengan anggota 238 orang. Satu calhaj tarik dana, tak jadi berhaji.

Penulis: Hanani | Editor: Alpri Widianjono
DOK BPOST
Calon haji Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) tahun 2019 saat mengikuti manasik. 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan, memberitahukan pembatalan haji 2021 kepada mereka yang masuk daftar.

Pengumuman dilakukan melalui Group WA, dengan anggota 238 orang, yang dibuat sejak 2020. Dengan begitu, semua calhaj maupun keluarga yang tinggal di kampung-kampung pun sudah mengetahui.

“Calhaj lansia yang tak punya handphone, yang kami masukkan ke dalam grup adalah anak atau cucunya. Jadi, semua sudah mengetahui,” kata Kepala Seksi Urusan Haji Kemenag HST, H Abdul Hadi, kepada Banjarmasinpost.co.id, Minggu (6/6/2021).

Dijelaskan, berbagai reaksi pun diterima pihak Kemenag. Diakui, pada umumnya mereka kecewa. Namun, mayoritas bisa menerima keputusan tersebut sebagai takdir.

Baca juga: Dua Kali Gagal Berhaji, Calhaj HST Pasrah Terima Takdir, Kompak Tak Menarik Uang Pelunasan haji

Baca juga: Nasib Antrean Jemaah Haji di 2022, Imbas Pembatalan Keberangkatan Haji 2021

“Sebagian ada juga yang protes, namun semuanya wajar dan manusiawi. Mereka bisa memaklumi setelah mendapat penjelasan,” kata Hadi.

Dijelaskan, mereka yang masuk daftar calhaj yang diberangkatkan adalah yang tertunda pada 2020.

Saat ini yang masuk daftar hendak diberangkatkan namun gagal ada 237. Satu orang yang daftar berangkat 2020 telah menarik uang pelunasannya, kemudian tak melakukan pelunasan pada 2021.

Jumlah tersebut, kata Hadi, juga setelah terjadi pengurangan dari tahun sebelumnya.

Baca juga: Penyelenggaraan Haji 2021 Dibatalkan, 510 Jemaah Tabalong Ikut Tertunda Pemberangkatannya

Baca juga: Fakta-fakta Pembatalan Haji 2021, Kemenag Tegaskan Bukan Karena Utang dan Vaksin

Pengurangan terjadi karena calhaj bersangkutan meninggal dunia, menunggu pendamping anak, menunda karena suami sakit.

Ada pula yang batal karena penggabungan mahram, karena istri hamil, karena calhaj bersangkutan sakit, serta karena tak bisa melunasi setelah setoran sebelumnya sudah ditarik.

Selain itu, karena mutasi tugas pekerjaan dari Kaltim ke Barabai. “Untuk yang meninggal dunia, boleh digantikan ahli waris masing-masing,” kata Hadi.

(Banjarmasinpost.co.id/Hanani)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved