Breaking News:

Kriminalitas Batola

Tewas Jadi Korban KDRT di Batola Kalsel, Begini Keseharian Warga Sungai Gampa

HN (45) korban KDRT yang tewas di Desa Sungai Gampa dikenal adalah sosok yang bari di lingkungannya.

Penulis: Muhammad Tabri | Editor: Hari Widodo
Humas Polres Batola untuk BPost
Pihak kepolisian Polres Barito Kuala (Batola) saat melakukan olah tkp kejadian tewasnya HN di Desa Sungai Gampa, Kecamatan Rantau Badauh, Kabupaten Barito Kuala, Sabtu (5/6/2021). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Korban  Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) HN (45), yang tewas pada Sabtu (5/6/2021) sore, di Desa Sungai Gampa, RT 02, Kecamatan Rantau Badauh, dikenal baik di lingkungannya.

Hal ini diungkapkan IJ, warga setempat yang tak jauh bermukim dari tempat kejadian. Di mana HN tewas setelah kepalanya ditenggelamkan SS di sungai belakang rumahnya.

"Korban orangnya baik dan terbilang ramah, kesehariannya setiap pagi berjualan ikan di Pasar Sungai Gampa," tutur IJ.

Sedangkan sang suami, SS adalah petani. Namun kurang diketahui karakter maupun kesehariannya. Karena lebih banyak berada di rumah.

Baca juga: KDRT di Kalsel, Menendang dan Pukul Istri dengan Besi Kini Endar Mendekam di Sel Polres Tanbu

Baca juga: Istri Laporkan Suami ke Polisi Kasus KDRT di Desa Jumba HSU, Tak Terima Dianiaya Hingga Mata Bengkak

IJ pun menambahkan, dari informasi yang beredar di lingkungannya, rumah tangga SS dan HN memang sering terjadi cekcok. Namun kurang diketahui apa masalah yang mereka ributkan.

Naas, hari itu nampaknya emosi SS memuncak sehingga tega merendam kepala isterinya di sungai hingga kesulitan bernafas dan meregang nyawa.

Masih dari keterangan IJ, saat kejadian di rumah SS hanya ada anaknya yang berusia kurang lebih lima tahun, dan tidak tahu menahu dengan perkara ibu bapaknya.

Diungkapkan Kapolres Batola, AKBP Lalu Mohammad Syahir Arif melalui Kasatreskrim Iptu Suparli, kekerasan ini dipicu akibat tersangka mencurigai korban berselingkuh.

"Motif sementara yang kami ketahui, karena korban diduga selingkuh," ucap Suparli.

Baca juga: Kondisi Bocah Korban KDRT di Sampit Membaik, Senang Diberi Baju Upin - Ipin

Ia pun menambahkan, pelaku sudah diamankan pihak kepolisian tidak jauh dari lokasi kejadian.

SS pun di dakwa dengan Kekerasan fisik yang mengakibatkan matinya korban, Tentang KDRT dan atau Pasal 338 KUHP. (banjarmasinpost.co.id/muhammad tabri)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved