Breaking News:

Berita HSS

Angkutan Kandangan-Rantau Sepi Peminat Sejak Pandemi Covid-19, Satu Trip 4 Penumpang

Angkutan umum Kandangan-Rantau yang jumlahnya kini hanya tersisa 10 unit hanya bisa mengangkut tiga hingga empat penumpang sekali trip

Penulis: Eka Pertiwi | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/eka pertiwi
Angkutan antar kabupaten Kandangan-Rantau sepi penumpang sejak pandemi Covid-19, Senin (7/6/2021). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Tak hanya angkutan pedesaan di Hulu Sungai Selatan (HSS) yang sepi penumpang.  Angkutan umum antar kabupaten juga serupa.

Misal angkutan antar kabupaten Kandangan-Rantau. Angkutan umum yang jumlahnya kini hanya tersisa 10 unit yang aktif tersebut hanya bisa mengangkut tiga hingga empat penumpang sekali trip. 

Sopir angkutan Kandangan Rantau, Samuil mengatakan, angkutan umum kini semakin sepi. 

Sepinya angkutan umum ini dirasakan dalam beberapa tahun terakhir. Jika sebelum covid-19, Samuil mengaku bisa mengantongi pendapatan hingga Rp 100 ribu per hari. 

Kini sejak covid-19, ia hanya mampu mengantongi Rp 50 ribu per hari. 

Baca juga: Angkutan Penumpang di HSS Mati Suri, Sudah 6 Bulan Sopir Kandangan-Nagara Ini Tak Angkut Penumpang

Baca juga: VIDEO Dulu Jadi Moda Transportasi Favorit, Sekarang Angkot Martapura-Banjarbaru Sepi Penumpang

Baca juga: VIDEO Dishub Kotabaru Secara Persuasif Minta Angkot Tak Parkir di Jalan Depan Kantor DPRD Kotabaru

Dalam satu kali trip Kandangan Rantau satu penumpang dikenakan tarif Rp 15 ribu. Ia mengatakan paling banyak satu kali trip hanya empat penumpang. Padahal, itu tak sampai setengahnya dari kursi yang tersedia di angkutannya. 

Menurutnya, jika menunggu lama untuk mencari penumpang lagi di terminal bisa berakibat hilangnya penumpang. "Mereka bisa beralih ke angkutan lain. Makanya tiga atau empat penumpang berangkat. Menunggu lama, penumpangnya juga tidak ada," katanya. 

Dijelaskannya, pendapatan ini semakin berkurang akibat adanya covid-19. Pasalnya, sejak covid-19 pengajian yang biasanya rutin digelar di Hulu Sungai Selatan (HSS) ditutup. 

Akibatnya, penumpang yang biasanya ibu-ibu pengajian, kini tidak ada lagi. 

Selain itu, sejak covid-19 tidak ada lagi besuk membesuk di rumah sakit. Padahal, biasanya ia masih menerima sewa untuk angkutan besuk ke rumah sakit. 

Covid-19 juga menyebabkan pembelajaran secara daring. Itu berarti siswa yang biasanya pergi ke sekolah menggunakan angkutan umum kini tidak ada lagi. 

Baca juga: Jelang Hari Lalu Lintas, Sopir Angkot Dapat Paket Sembako dari Satlantas Polres Balangan

"Selain itu tadi, bentor juga membuat angkutan kami sepi. Ditambah dengan angkutan pelajar yang sudah disediakan pemerintah," katanya. 

Ia berharap ada kebijakan dimana pengajian diperbolehkan. Kemudian, ia juga menghendaki adanya kebijakan dari pemerintah untuk memberdayakan angkutan umum.

"Kalau ada kegiatan dari pemda kami berharap bisa diajak untuk kerjasama seperti sewa ke kami," katanya. (Banjarmasinpost.co.id/Eka Pertiwi)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved