Breaking News:

Berita HSS

Angkutan Penumpang di HSS Mati Suri, Sudah 6 Bulan Sopir Kandangan-Nagara Ini Tak Angkut Penumpang

Angkutan penumpang mati suri, sopir angkutan taksi sedan tujuan Kandangan Nagara, Bahrani mengaku sudah enam bulan tak mengangkut penumpang 

Penulis: Eka Pertiwi | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/eka pertiwi
Angkutan umum di Terminal Kandangan Kota, Senin (7/6/2021). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Angkutan penumpang kini kian mati suri.  Saat ini peminat angkutan umum sudah semakin sedikit. 

Rata-rata masyarakat lebih mengandalkan angkutan pribadi dibanding dengan angkutan umum. 

Sopir angkutan taksi sedan tujuan Kandangan Nagara, Bahrani mengaku sudah enam bulan tak mengangkut penumpang. 

Menurutnya, penumpang sudah semakin sulit didapat. Dalam satu kali trip ia harus mendapat empat penumpang. 

Baca juga: Penumpang di Terminal Tipe B Sepi, Kepala UPTD Sebut Masyarakat Takut Aturan Naik Angkutan Umum

Baca juga: Angkutan Umum Barabai-Banjarmasin Sepi, Warga Pilih Kendarai Sepeda Motor

Baca juga: Larangan Mudik Lebaran 2021, Angkutan Umum ke Banjarbaru Masih Dibolehkan

Hal itu bukan tanpa alasan, menurutnya empat penumpang untuk angkutan sedannya sudah ideal.

Masalah lain, dari empat penumpang ia hanya dapat mengantongi Rp 25 ribu untuk sekali trip. Itu pendapatan bersih. 

Sekali mengangkut penumpang dari Terminal Kandangan Kota menuju Nagara satu penumpang dikenakan tarif Rp 25 ribu. 

Jika dikali empat penumpang ia hanya mendapat Rp 100 ribu. Jumlah ini masih harus dipotong biaya bahan bakar minyak Rp 60 ribu untuk pulang pergi Kandangan Nagara. 

Kemudian, ia juga harus membayar Rp 15 ribu untuk makelar di terminal untuk empat penumpang. 

"Sekali trip dari Kandangan ke Nagara dapetnya Rp 100. Tapi potong bahan bakar dan makelar jadi Rp 25. Kalau mau lebih saya harus cari penumpang dari Nagara menuju Kandangan. Tapi penumpangnya jarang di dapat. Ya paling sekali trip bisa. Tidak bisa pulang pergi bawa penumpang. Kalau pun ada anggap rezeki lebihnya," ceritanya. 

Pria yang sudah menekuni sebagai sopir angkutan selama 30 tahun ini mengaku kini hanya bisa mengandalkan keahlian mekaniknya di terminal selama enam bulan terakhir.

Diakuinya perbaikan angkutan tak setiap hari ia dapatkan. Meski demikian, ia dan angkutan sedannya tetap berada di terminal setiap hari. 

Baca juga: Dampak Larangan Mudik, Pj Gubernur Kalsel Safrizal Minta Sopir Angkutan Umum Bertahan

Ia mengaku asalkan cukup beli beras ia akan kerjakan. 

"Ada sih yang minta angkut. Tapi cuma satu sampai dua orang. Tidak menutup bahan bakar. Sering juga dibawa angkutan seperti bentor," katanya.

(banjarmasinpost.co.id/eka pertiwi)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved