Breaking News:

Kemenko Perekonomian

Menko Airlangga Optimis Ekonomi Tumbuh 7-8 Persen pada Kuartal II

Menko Airlangga dalam konferensi pers virtual dari Istana Kepresidenan, Jakarta, mengatakan , pemulihan ekonomi di kuartal II 2021 terus berlanjut.

Editor: Alpri Widianjono
KEMENKO PEREKONOMIAN
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan pertumbuhan ekonomi di kuartal II (April-Juni) 2021 dapat mencapai tujuh hingga delapan persen secara tahunan (year on year/yoy), saat konferensi pers virtual dari Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, (7/6/2021). 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto , mengatakan, pertumbuhan ekonomi di kuartal II (April-Juni) 2021 dapat mencapai tujuh hingga delapan persen secara tahunan (year on year/yoy).

Menko Airlangga dalam konferensi pers virtual dari Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, (7/6/2021), mengatakan , pemulihan ekonomi di kuartal II 2021 terus berlanjut.

Hal ini tercermin dari indeks pembelian barang industri manufaktur (Purchasing Manager Index/PMI) Indonesia yang mencapai 55,3 di Mei 2021 atau tertinggi dalam sejarah.

“Kita melihat bahwa proyeksi pertumbuhan tetap diperkirakan antara 6,7 sampai dengan 7,5 persen. Pemerintah menyakini bahwa kuartal II ini kita mampu pada tujuh sampai delapan persen,” ujar dia.

PMI manufaktur Indonesia pada bulan kelima ini berada di atas PMI manufaktur ASEAN yang berada di level 51,8.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyebutkan indeks pembelian barang industri manufaktur (Purchasing Manager Index/PMI) Indonesia yang mencapai 55,3 di Mei 2021 atau tertinggi dalam sejarah.
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyebutkan indeks pembelian barang industri manufaktur (Purchasing Manager Index/PMI) Indonesia yang mencapai 55,3 di Mei 2021 atau tertinggi dalam sejarah. (KEMENKO PEREKONOMIAN)

Indonesia juga mencatat kenaikan PMI manufaktur yang lebih tinggi dibanding negara-negara lain, seperti Vietnam (53,1), Malaysia (51,3), Singapura (51,7), Filipina (49,9), dan Thailand (47,8).

Pertumbuhan industri manufaktur di antaranya terlihat dari penjualan produk otomotif.

Menko Airlangga menyebut terjadi kenaikan penjualan mobil hingga 228 persen (yoy) setelah pemberlakuan stimulus Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM).

Selain itu, penjualan motor juga melejit 227 persen (yoy) dan indeks penjualan ritel naik 9,8 persen (yoy).

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved