Breaking News:

Berita Tanahlaut

Rawan Terjangan Gelombang, Dinsos Tala Sarankan Warga Muarakintap Persiapkan Relokasi

Warga Muarakintap disarankan untuk relokasi ke tempat yang lebih tinggi menyusul ancaman gelombang tinggi yang mulai menerjang pinggir pantai

Penulis: Idda Royani | Editor: Eka Dinayanti
banjarmasinpost.co.id/roy
Kasi Perlindungan Sosial Korban Bencana R Wahyudin SR (tengah), mendengarkan penjelasan tokoh warga Muarakintap tentang kondisinkerawanan rumah warga di bantaran sungai setempat di kantor Dinas S 

Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Permukiman di bantaran sungai dekat laut di Desa Muarakintap, Kecamatan Kintap, Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), telah berkali-kali terpapar gelombang air laut.

Bahkan pada Desember 2020 lalu saat terjadi gelombang besar, belasan unit rumah di Muarakintap seberang rusak berat dihantam gelombang.

Beberapa diantaranya roboh.

Karena itu, Dinas Sosial (Dinsos) Tala menyarankan warga setempat mulai mempertimbangkan dan mempersiapkan diri untuk hijrah ke tempat yang lebih aman.

Baca juga: Juli Diperkirakan Gelombang Besar, Begini Kecemasan Warga Muarakintap Tala

Baca juga: Tanahlaut Dapat Kuota 550 Pegawai Baru 2021, Bupati Masih Pertimbangkan Passing Grade

"Kita tidak bisa melawan alam. Rumah warga di Kampungbaru di Muarakintap seberang sudah beberapa kali diterjang gelombang sehingga kondisi demikian perlu disikapi secara bijak," ucap Kasi Perlindungan Sosial Korban Bencana R Wahyudin SR, Senin (7/6/2021).

Sikap bijak yang ia maksudkan yakni mempersiapkan diri untuk pindah ke tempat lain yang lebih tinggi sehingga aman dari risiko terpapar gelombang.

"Kalau saat ini, bagi para orangtua, tak mengapa sementara bertahan. Tapi, perlu memikirkan nasib anak-anak ke depannya, menyiapkan hunian yang aman," ucap Deden.

Ia memaklumi relokasi merupakan hal berat bagi warga yang telah terbiasa hidup di bantaran sungai karena sejak masa kecil telah terbiasa melaut sehingga bisa dikatakan manusia ikan.

Baca juga: Ditangkap Sebarkan Hoax Penyelewengan Proyek Makam Datu Kelampaian, Pria Ini Mengaku Dibayar

Baca juga: SDN Seberang Mesjid 1 Tidak Laksanakan PAS Tatap Muka, Begini Kata Disdik Banjarmasin

"Kalau para orangtua di Muarakintap memang sudah sangat tahu, bisa membaca tanda alam. Cukup melihat posisi bintang di langit, sudah tahu kapan bakal terjadi gelombang besar. Tapi, generasi mudanya tidak punya ilmu itu karena terbiasa hidup dan sekolahnya pun di darat," sebut Deden.

Itu sebabnya saat ini mereka yang bermukim di bantaran sungai di lokasi rawan, meski mulai menyiapkan relokasi ke area yang tinggi.

"Rumah yang ada saat ini silakan tetap dihuni karena para orangtua yang tiap hari melaut, tak bisa tidur kalau tak mendengar suara deburan ombak. Namun hendaknya juga mulai sekarang menyiapkan rumah di tempat yang aman untuk masa depan anak-anak," tandasnya.

Hal tersebut juga telah langsung ia sampaikan kepada perwakilan warga Kampungbaru saat mereka datang ke kantor Dinsos Tala, dua hari lalu.

(Banjarmasinpost.co.id/roy)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved