Breaking News:

Berita Tala

Perbaiki Ekosistem, Tanahlaut Hijaukan Kawasan Mangrove di Desa Pagatanbesar

Pemaknaan Hari Lingkungan Hidup Sedunia (HLHS) tahun 2021 terus berlanjut di Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel).

Penulis: Idda Royani | Editor: Edi Nugroho
DISKOMINFO TALA
Penanaman bibit pohon penghijuan di kawasa wisata hutam mangrove di Desa Pagatanbesar, 

Editor: Edi Nugroho

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Pemaknaan Hari Lingkungan Hidup Sedunia (HLHS) tahun 2021 terus berlanjut di Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel).

Wujudnya melalui aksi gotong-royong seperti bersih-bersih lingkungan seperti sungai dan lainnya hingga penanaman bibit pohon penghijauan.

Setelah beberapa hari sungai di sekitar jembatan di Sawahan-Beramban, Pelaihari, yang dibersihkan, giliran kawasan wisata hutan mangrove di Desa Pagatanbesar, Kecamatan Takisung, yang dihijaukan.

Kegiatan itu dilaksanakan Sabtu kemarin. Kegiatan yang diinisiasi oleh Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Tala itu dihadiri Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Tala H Akhmad Hairin, Kepala Dinas Pariwisata Ismail Fahmi.

Baca juga: Peduli Eksistensi Bekantan, ACT dan Jasa Raharja Tanam Mangrove di Pulau Curiak Batola

Baca juga: VIDEO Asyiknya Berwisata di Hutan Mangrove Pulau Burung Kabupaten Tanbu

Baca juga: Sempat Sepi, Akhirnya Pengunjung Pantai dan Hutan Mangrove di Tanbu Ramai di Sore Hari

Baca juga: Lanjutkan Pemulihan Gambut dan Mangrove,  Pemerintah Perkuat Kebijakan Iklim

"Alhamdulillah kalau wisata mangrove-nya terus dihijaukan supaya tambah sejuk rindang," ucap Meysa, warga Pelaihari, Selasa (8/6/2021).

Ia mengatakan beberapa bulan silam pernah plesiran ke hutan mangrove tersebut. "Lumayan eksotis tempat menurut saya. Tapi memang pohonnya belum rapat, jadi bagus kalau ditanami terus," tandasnya.

Asisten Ekobang Setda Tala H Akhmad Hairin menuturkan keadaan ekosistem lingkungan saat ini perlu perbaikan. Tiap masyarakat harus memperhatikan dan ikut menjaga kelestarian alam.

“Dengan bertambahnya penduduk, dapat dipastikan dampak lingkungan akan bertambah, maka ini menjadi perhatian kita bersama untuk memelihara dan menjaganya,” kata Hairin.

Dikatakannya, pemilihan hutan mangrove sebagai tempat peringatan HLHS sangat cocok. Hal ini mengingat hutan mangrove memiliki beberapa kelebihan dari aspek ekologi seperti menahan abrasi atau pengikisan tanah oleh air laut.

Ia juga berharap hutan mangrove dapat terus dikembangkan bersama-sama sehingga bisa menjadi penopang ekonomi warga sekitar.

“Hutan mangrove ini bisa kita jadikan tempat wisata alternatif di tengah pandemi Covid-19, tetapi tetap dengan menjaga protokol kesehatan. Kita berharap semua stakeholder terkait bisa memberikan dukungan,” kata Hairin. (Banjarmasinpost.co.id/idda royani).

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved