Breaking News:

Berita Palangkaraya

Kebakaran Lahan Kalteng, Warga Pinggiran Palangkaraya Diingatkan Bahaya Musim Kemarau

Kebakaran Lahan Kalteng, Bulan Juni dan Agustus 2021 diperkirakan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika sudah memasuki musim kemarau, sehingga

banjarmasinpost.co.id / faturahman
Kebakaran Lahan Kalteng, Petugas dan peralatan untuk pemadaman telah disiapkan instansi terkait di Palangkaraya sebagai upaya antisipasi. 

Editor: Edi Nugroho

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGMARAYA - Kebakaran Lahan Kalteng, Bulan Juni dan Agustus 2021 diperkirakan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika sudah memasuki musim kemarau, sehingga upaya pencegahan kebakaran lahan dan hutan terus dilakukan sebagai upaya pencegahan.

Pantauan hingga, Rabu (9/6/2021) sejak beberapa pekan ini sudah jarang terjadi hujan yang mengguyur Kalimantan Tengah, sehingga lahan semak belukar tampak semakin mengering dan rawan terjadi kebakaran hutan dan lahan sehingga upaya mitigasi digencarkan, sala satunya melalui petugas Babinkamtibmas.

Babinkamtibmas Polsek Rakumpit, Bripka Firman Saputra, hingga, Rabu (9/6/2021) terus bergerak menyambangi masyarakat di sekitaran Kelurahan Panjehang, Kecamatan Rakumpit, Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah, untuk mengingatkan warga tidak membakar lahan.

“Memasuki musim kemarau, kondisi lahan menjadi kering bisa berakibat fatal, apabila ada warga yang membersihkan lahan dengan cara dibakar, karena pasti akan merambat, terlebih lagi dengan stuktur tanah yang gambut kami ingatkan jangan membakar lahan," ujarnya.

Baca juga: Kebakaran Lahan Kalsel, Api Berkobar Lagi di Lahan Tidur di Tanahlaut, Sehari Lima Hektare Terbakar

Baca juga: Memasuki Kemarau, Kebakaran Lahan Kering Mulai Terjadi di Pinggiran Kota Palangkaraya

Baca juga: Jelang Kemarau, Kalteng Siagakan Personel dan Peralatan Pemadam Kebakaran Lahan dan Hutan

Baca juga: Kebakaran Lahan Kalteng, Terbanyak Terjadi di Bulan April 2021 Sebanyak Tujuh Kali

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangkaraya, Emi Abriyani mengatakan, langkah dan kebijakan pencegahan karhutla, yang dilakukan pemerintah setempat lebih menjalankan pola mitigasi bencana.

Pola pencegahan karhutla melalui mitigasi bencana memuat langkah antisipatif."Kesiapsiagaan selama 24 jam untuk melakukan antisipasi karhutla melalui pola patroli, deteksi dini di daerah rawan maupun kesigapan menerima laporan dari masyarakat," ujar Emi. (banjarmasinpost.co.id / faturahman).

Penulis: Fathurahman
Editor: Edi Nugroho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved