Breaking News:

Berita Palangkaraya

Memiliki Sejumlah Daerah Penghasil Gabah, Sampit Tak Mudah Bergantung ke Daerah Lain

Sampit Ibu Kota Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, dinilai selama ini banyak daerah penghasil gabah sehingga membuat Bumi Habaring

Penulis: Fathurahman
Editor: Edi Nugroho
Prokopimda Batola
Bupati Batola, Hj Noormiliyani saat menyampaikan sambutan pada acara Rembuk Stunting di Gedung Serba Guna, Marabahan, Rabu (9/6/2021) 

Editor: Edi Nugroho

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA -  Sampit Ibu Kota Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, dinilai selama ini banyak daerah penghasil gabah sehingga membuat Bumi Habaring Hurung ini tidak mudah bergantung dengan daerah lain untum stok beras.

Hal itu terungkap dalam rilis bulanan yang  dilakukan  oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Tengah yang menyebut, ketahanan pangan untuk sampit terutama untuk ketersediaan beras petani lokal lebih baik daripada Kota Palangkaraya yang ketergantungan pasokan dari Kalsel masih tinggi.

Kepala Badan Pusat Statistik Kalteng, Eko Marsoro, mengungkapkan, di Sampit beras adalah salah satu komoditas yang menjadi fokus tim pengendalian inflasi daerah (TPID), sehingga setiap harga mulai naik, Bulog rajin mengadakan operasi pasar.

"Variasi jenis beras di Sampit juga sangat beragam jadi bisa melakukan substitusi, sehingga tidak mudah untuk menaikkan harga beras. Selain itu, di Sampit juga terdapat daerah-daerah penghasil gabah, sehingga beras yang ada tidak bergantung sepenuhnya dari wilayah lain," ujarnya, Rabu (9/6/2021).

Baca juga: Nilai Tukar Gabah di Kalsel Turun

Baca juga: Terjadi Waktu Panen Bersama, Harga Gabah Premium di Tapin Anjlok

Baca juga: VIDEO Gabah Premium Anjlok, Petani Tapin Gigit Jari

Baca juga: Musim Panen Tiba, Gabah Premium di Tapin Kalsel Anjlok, Petani Tahan Hasil Panen

Sebalikanya, Palangka Raya, banyak jenis beras yang berasal dari Kalsel sehingga masih sangat tergantung dengan distribusi barang dari Kalsel.
"Beras masih sering masuk dalam andil 10 besar penyebab inflasi maupun deflasi di Palangkaraya," ujarnya.

Dia mencontohkan saat terjadi banjir besar di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) akhirnya menghambat distribusi beras ke Kalteng."Ini tentunya,  menyebabkan sebagian stok beras yang berasal dari Kalsel  menjadi kosong di Kalteng sehingga harga jual beras pun naik," ujarnya. (banjarmasinpost.co.id / faturahman).

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved