Breaking News:

Ekonomi dan Bisnis

Pelaku UMKM di Kalsel Diajak untuk Gunakan Bahan Pangan Pengganti Beras

Sebanyak 20 pelaku UMKM dari berbagai daerah di Kalsel berlatih bikin makanan dari bahan selain tepung diadakan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalsel

BANJARMASINPOST.CO.ID/NURHOLIS HUDA
Pelaku UMKM dari berbagai daerah mengikuti pelatihan yang diadakan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan, Selasa (8/6/20121). 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan undang 20 pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dari berbagai daerah.

Kepala Seksi Konsumsi dan Pengembangan Pangan Lokal, Riza Rosadi, Selasa (8/6/2021), mengatakan, peIatihan ini bertujuan untuk menggalakkan pangan lokal pengganti beras.

Selama ini, kebanyakan Pelaku UMKM hanya membuat makanan berupa makanan ringan, keripik dan kerupuk. 

"Tidak mengenyangkan bagi perut kita. Jadi, kami latih mereka mengolah makanan pengganti nasi atau beras,"  kata Reza. 

Untuk itu, pelatihan yang diadakan Dinas Ketahanan Pangan Kalsel ini diharapkan kemampuan UMKM dalam berinovasi memanfaat bahan baku yang ada dapat berlanjut dan berkembang.

Baca juga: Kepala Polresta Banjarmasin Pastikan Kesiapan dan Kelancaran PSU Pilgub Kalsel

Baca juga: VIDEO Novotel Banjarmasin Pamerkan Produk UMKM Kalsel

"Apalagi tepung berbahan ubi, lebih sehat dari tepung lainnya. Dari tepung itulah mereka kita ajak untuk bisa berkreasi membentuk olahan pangan lokal salah satunya membuat mie," ujarnya. 

Karena menurutnya orang banjar suka mi. Apalagi anak-anakjuga suka dengan miejadi secara tidak langsung dapat memperkenalkan pangan sehat dari pangan lokal. 

Ia berharap setelah mengikuti pelatihan ini, pelaku UMKM dapat mampu mengembangkan produknya menjadi pangan yang sehat dan mampu mealih fungsikan tepung beras menjadi tepung ubi kayu. 

Fungsional Peneliti Muda, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Kalimantan Selatan, Susi Lesmayati, menjelaskan, untuk proses pembuatan mie harus menggunakan tepung.

Namun sekarang mencoba untuk mensubstitusi penggunaan tepung terigu dengan pangan lokal menggunakan ubi kayu. 

Baca juga: Tas Kulit Unik Motif Alam Menawan Hati, Produk UMKM Kabupaten HST

Baca juga: 21 Hari Lagi Usulan BLT UMKM 2021 Rp 1,2 Juta Berakhir, Cek banpresbpum.id atau eform.bri.co.id/bpum

Pertama menggunakan tepung moca atau tepung singkong yang dimodiflkasi agak berbeda dengan tepung singkong biasa.

Jadi, dari proses pengolahan moca melalui proses fermentasi dengan cara mengubah tekstur akhir dari tepung yang dihasilkan. 

"Kami mencoba menggunakan 100 persen bahan moca, tetapi dengan modiflkasi proses pengolahannya. Ada yang namanya pregelatinisasi itu supaya untuk mengembangkan gelatin yang terdapat dalam moca," ujarnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Nurholis Huda)

Penulis: Nurholis Huda
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved