Breaking News:

HSU Mantap

Pendapatan Daerah Berkurang, Bupati HSU Abdul Wahid Ungkapkan Penyebabnya

Bupati HSU Abdul Wahid sebut berkurangan dana transfer dari pemerintah pusat, menjadi sebab berkurangan pendapatan daerah saat paripurna di DPRD HSU.

Penulis: Reni Kurnia Wati | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/RENI KURNIAWATI
Bupati Hulu Sungai Utara (HSU), H Abdul Wahid HK. 

"Tidak terealisasinya anggaran belanja ini antara lain terjadi pada belanja operasi yang terealisasi hanya sekitar 83,89 persen Bela sterilisasi hanya sekitar 93,41persen dan belanja tidak terduga terealisasi hanya sekitar 23 49persen" Imbuhnya

Dengan demikian, dari hasil perhitungan akhir anggaran antara total Realisasi Pendapatan Daerah dengan total realisasi belanja daerah, diperoleh defisit anggaran sebesar Rp 15.239.997.998,66.

Sementara itu, dalam pos pembiayaan daerah penerimaan pembiayaan daerah semula dianggarkan sebesar Rp 197. 335. 029. 559,36 . 

Perhitungan akhir tahun anggaran sebesar Rp 197.335.129.559,36 bertambah sebesar Rp 100 ribu sumber dari penerimaan kembali pemberian pinjaman daerah. 

Sedangkan pada sisi pengeluaran pembiayaan daerah di anggaran sebesar Rp 0  dan tetap sampai perhitungan akhir tahun anggaran. 

Dari selisih penerimaan pembiayaan daerah dengan pengeluaran pembiayaan daerah diperoleh netto dalam pembiayaan sebesar Rp 197.335.129. 59,36.

Lebih lanjut, Bupati Wahid juga menyampaikan terkait neraca per 31 Desember 2020 yang disebutkan bahwa aset berjumlah Rp. 2. 696. 550. 273. 873,13. Dan kewajiban berjumlah Rp 37.528.202.767,35. Sedangkan ekuitas dana berjumlah Rp 2.659.022.071.105,78

Adapun dalam laporan arus kas untuk tahun yang berakhir sampai dengan 31 Desember 2020 secara singkat dapat digambarkan yaitu kas per 1 Januari 2020 berjumlah Rp 197.335.029.559,36.

Arus kas bersih dari aktivitas operasi berjumlah Rp 251.046.992.793,34 Sendang arus bersih dari aktivitas investasi aset dan keuangan defisit sebesar Rp 266. 286.990.792,00

"Pada arus kas bersih dari aktivitas pendanaan atau pembiayaan defisit sebesar Rp 100 ribu. Arus kas bersih dari aktivitas transitoris atau non anggaran berjumlah Rp 0. Saldo kas lainnya, dana BOS berjumlah Rp 552. 230.394,00. Saldo kas akhir per 31 desember 2020 berjumlah Rp 182.095.131.560, 70," tutupnya. (aol/*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved