Breaking News:

PSU Pilgub Kalsel 2020

PSU Pilgub Kalsel 2020, H Muhidin Nyoblos di TPS 06, H2D Justru Unggul Perolehan Suara

PSU Pilgub Kalsel 2020, Calon Wakil Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) 2020 nomor urut 01 yakni H Muhidin, hari ini Rabu (9/6/2021) menggunakan hak

Penulis: Frans Rumbon | Editor: Edi Nugroho
Banjarmasinpost.co.id/Frans Rumbon
PSU Pilgub Kalsel 2020, Suasana penghitungan surat suara PSU Pilgub Kalsel 2020 di TPS 06 Kelurahan Pemurus Dalam. 

Editor: Edi Nugroho

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - PSU Pilgub Kalsel 2020, Calon Wakil Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) 2020 nomor urut 01 yakni H Muhidin, hari ini Rabu (9/6/2021) menggunakan hak pilihnya dalam Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilgub Kalsel 2020.

Pasangan dari Calon Gubernur Kalsel 2020 yakni H Sahbirin Noor ini menggunakan hak pilihnya di TPS 06 Kelurahan Pemurus Dalam Kecamatan Banjarmasin Selatan.

Dan setelah dilakukan perhitungan surat suara, yang unggul dari segi perolehan suara di TPS yang berada di Komplek Bun Yamin Permai II di Jalan A Yani KM 6 ini, justru dimenangkan oleh pasangan calon (paslon) nomor urut 02 yakni H Denny Indrayana-Difriadi Drajat (H2D).

Jumlah suara yang didapat oleh paslon H2D yakni sebanyak 72 sedangkan paslon H Sahbirin Noor-H Muhidin (BirinMu) sebanyak 53. Dan suara tidak sah ada satu.

Baca juga: VIDEO Antrean PSU Pilgub Kalsel di Banjarmasin Selatan

Baca juga: PSU Pilgub Kalsel 2020, Kapolresta Banjarmasin Pantau Pemilu di Banjarmasin Selatan

Baca juga: VIDEO PSU Pilgub Kalsel di TPS 12 Cindai Alus Martapura Terapkan Prokes Ketat

Baca juga: Pantau Pelaksanaan PSU Pilgub Kalsel 2020, Kapolda Kalsel: Kamtibmas Kondusif

Untuk jumlah pemilih di TPS ini sendiri berjumlah sekitar 220 orang, sesuai dengan jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Ketua KPPS di TPS 06 Kelurahan Pemurus Dalam, Zainal Arifin membenarkan bahwa berdasarkan hasil perhitungan suara dimenangkan oleh paslon H2D.

"Berdasarkan perhitungan di TPS ini yang unggul adalah paslon nomor urut 02 dengan jumlah 72, dan paslon 02 sebanyak 53 atau selisih 19 suara," ujarnya.

Disinggung mengenai minimnya partisipasi pemilih yang datang ke TPS dan menyalurkan hak suaranya, Zainal Arifin memperkirakan karena beberapa hal.

"Mungkin karena ada yang sedang tidak berada di rumah, atau juga ada pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan, tidak mau berkerumun dan sebagainya," pungkasnya.(Banjarmasinpost.co.id/Frans Rumbon)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved