Breaking News:

Berita Banjarbaru

Vaksinasi Lansia di Banjarbaru Lambat, Kadinkes Sebut Ini Faktor Penyebabnya

Kepala Dinas Kesehatan Banjarbaru Rizana Mirza mengatakan hingga saat ini baru 8 persen lansia yang divaksinasi. 

Penulis: Khairil Rahim | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/milna sari
Ilustrasi-Lansia baru masuk PSTW Budi Sejahtera, Banjarbaru yang melakukan karantina sebelum bergabung dengan lansia lainnya, Selasa (23/2/2021). 

BANJARMASINPOST.CO,ID, BANJARBARU-Angka partisipasi vaksinasi terhadap warga lanjut usia (lansia) di Banjarbaru masih terbilang rendah.

Padahal lansia merupakan salah satu kelompok yang rentan terpapar covid-19 serta menyumbang angka kematian covid-19 cukup tinggi di kota Idaman.

Kepala Dinas Kesehatan Banjarbaru Rizana Mirza mengatakan hingga saat ini baru 8 persen lansia yang divaksinasi. 

Padahal sasaran pemerintah pusat vaksinasi Lansia di Banjarbaru sebanyak 16.265 sementara realisasinya baru 1.335 orang.

Baca juga: Sukseskan Program Vaksinasi bagi Lansia, Bupati Kapuas Minta Jajarannya Jemput Bola

Baca juga: Siap Sambut New Normal, Ratusan Lansia dan Pegiat Event Kreatif di Kalsel Jalani Vaksinasi Covid-19

Baca juga: Hj Nurgita Tiyas: Lansia Harus Nyaman dan Sehat Tinggal di Kabupaten Banjar

Rizana menjelaskan ada beberapa pemicu masih minimnya angka partisipan vaksinasi, khususnya di kalangan lansia. Masih minimnya kesadaran, dinilai jadi faktor utama terhadap fakta itu.

"Kesadaran masyarakat yang memang masih kurang terhadap pentingnya vaksinasi. Kita tetap terus memberikan komunikasi, edukasi. Teman teman media juga harus rutin membantu sosialisasi ini," harap Rizana.

Kurangnya kesadaran ini ditambah dengan sikap keluarga yang masih enggan membawa dan memberikan pendampingan membuat lansia kesulitan mencapai akses tempat vaksinasi.

"Kebanyakan keluarganya enggan membawa dan mendampingi vaksin bagi lansia ini. Makanya bawa orangtuanya, mertua atau siapapun ke puskesmas," lanjut dia.

Faktor lain ujar Rizana adalah usia lansia yang diatas 59 tahun dengan memiliki banyak penyakit penyerta/bawaan (kormobid).

Kendala lain karena masih banyak lansia yang merasa takut, enggan, sungkan datang karena masih ada anggapan penularan Covid 19.

"Ada yang takut diperiksa nanti di vonis Covid 19 ada juga kekhawatiran soal vaksinasi bisa membuat Covid 19 bagi mereka ," ujar dia.

Vaksinasi lansia justru untuk mempercepat upaya herd immunity, tapi juga untuk menekan laju angka kematian pada kelompok lansia, yang belakangan masih sangat tinggi.

Baca juga: Vaksinasi Covid-19 di Lapas Banjarmasin, Polda Kalsel Sasar Warga Binaan Kategori Lansia

Disinggung kemungkinan pola jemput bola seperti di daerah lain, Rizana menilai, hal itu tidak akan menyelesaikan masalah. Pasalnya, akan ada kesulitan tersendiri ketika vaksinasi tidak dilakukan secara terpusat.

"Kita ingin tetap masih memanfaatkan fasilitas kesehatan (Faskes) yang ada yakni puskesmas terdekat minimal mendaftar dulu lah baru di vaksinasi," tambah dia.(banjarmasin post.co.id/khairil rahim)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved