Breaking News:

Berita Pelaihari

VIDEO Aktivis Nilai Lingkungan RSUD Hadji Boejasin Kabupaten Tala Gersang

Manajemen RSUD Hadji Boejasin Kabupaten Tala dikritik aktivitas karena lingkungan gersang tak mendukung psikologis pasien, jalan masuk pun berdebu.

Penulis: Idda Royani
Editor: Alpri Widianjono

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Manajemen RSUD Hadji Boejasin (RSHB) Kabupaten Tanah Laut (Tala),  Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), menggelar Forum Komunikasi Publik, Kamis (10/6/2021) siang.

Kegiatan yang dihadiri pihak-pihak terkait dari berbagai elemen (warga hingga organisasi masyarakat/LSM) itu berlangsung aktif. Beragam saran dan juga kritik, bertubi-tubi disampaikan para peserta.

Forum Komunikasi Publik itu dibuka dan juga dihadiri Bupati Tala HM Sukamta, serta anggota Komisi II H Junaidi, Kadinkes Hj Nina Sandra, Direktur RSHB dr Hj Isna Farida, dan pimpinan BPJS Kesehatan.

Seorang peserta, Mardian Jafar, mengungkapkan tentang lingkungan rumah sakit yang gersang, sehingga hawa udara terasa cukup panas. Area parkir dan keberadaan warung-warung, sebutnya, belum tertata rapi.

Badan jalan hingga masuk ke lingkungan rumah sakit pun, menurutnya, cukup berdebu. Ini perlu prioritas penanganan karena menyangkut psikologis pasien juga.

Baca juga: Pangsa Pasar Cerah, Bupati Tala Dorong Warganya Kembangkan Tanaman Hidroponik

Baca juga: VIDEO Pengamen di Pelaihari Kalsel Ditangkap Lakukan Pencabulan, Ngaku Sentuh Organ Intim Karena Ini

"Jika teduh, rindang, asri, menjadi obat tersediri. Kami menyadari pendanaan rumah sakit terbatas, namun hal ini mungkin dapat diatasi dengan menggandeng pihak ketiga (perusahaan swasta)," tandas aktivis nongovernance organization (NGO) Kalsel ini di dalam forum tersebut.

Kemudian dari Muhammad Noor, meminta manajemen rumah sakit berupaya meningkatkan lagi pelayanan agar lebih optimal.

Sedangkan Zahir Firdaus, pegiat ormas sekaligus jurnalis, mengapresiasi semangat kerja yang tinggi dari rumah sakit selama pandemi. "Kami harapkan agar pelayanan terus dipacu, kualitas maupun kuantitasnya," lontar dia.

Direktur RSUD Hadji Boejasin, dr Hj Isna Farida, merespons positif seluruh kritik dan saran peserta. "Kami akui memang pelayanan belum optimal dan kami terus berupaya keras untuk meningkatkannya," janji dia.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved