Breaking News:

Bumi Tuntung Pandang

Bantu Cukupi Kebutuhan Pupuk Subsidi, Pemkab Tala Minta Petani Bergabung pada Kelompok Tani

Tidak semua petani mendapat pupuk subsidi, yang mendapat adalah mereka yang tergabung dalam kelompok, di luar itu tidak akan dapat pupuk subsidi

DISKOMINFO TALA
Asisten Bidang Ekobang Kesra Setda Tala H Akhmad Hairin (tengah) memimpin rapat komisi pengawas pupuk dan pestisida, Selasa (8_6) kemarin. 

Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Sarana produksi pertanian (saprotan) menjadi bagian penting dalam usaha tani. Kecukupan ketersediaan dan kelancaran pasokannya teramat dibutuhkan petani.

Hal itu terus berupaya difasilitasi Pemerintah Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel) agar saprotan selalu mengalir lancar, terutama saat dibutuhkan petani.

Termasuk dalam pemenuhan kebutuhan patasnya pupuk subsidi nasional yang terus diupayakan kecukupannya oleh Pemkab Tala kepada kelompok tani di daerah agraris ini.

“Kita berharap pupuk bersubsidi tersalurkan, terdistribusi sesuai yang seharusnya menerima, yang layak menerima. Tidak ada penyalahgunaan, tidak ada salah sasaran,” tegas Asisten Bidang Ekobang Kesra Setda Tala H Akhmad Hairin, Kamis (10/6/2021).

Diakuinya jumlah pupuk subsidi secara nasional memang terbatas.

Kondisi tersebut berimbas pula terhadap jatah tiap daerah yang juga terbatas.

“Tidak semua petani akan mendapat pupuk subsidi, yang mendapat adalah mereka yang tergabung dalam kelompok. Petani di luar itu dipastikan tidak akan dapat pupuk subsidi,” tandas Hairin.

Penegasan itu juga ia disampaikan seusai memimpin Rapat Komisi Pengawas Pupuk dan Pestisida (KP3) Kabupaten Tanah Laut, Selasa kemarin di Aula Barakat Sekretariat Daerah Kabupaten Tanah Laut.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (Distanhorbun) Tala HM Faried Widyatmoko mengatakan sebagian besar petani di Tala telah masuk ke dalam kelompok tani.

Ia berharap distribusi pupuk subsidi tersalur secara baik dan risiko penipuan kandungan produk juga dapat dihindari oleh petani di Kabupaten Tanah Laut.

"Jangan sampai di kemasan kandungannya 15 persen ternyata kandungannya hanya 5 persen," sebutnya. (AOL)

Penulis: Idda Royani
Editor: Eka Dinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved