Breaking News:

BTalk

BTalk, Sekjen BKPRMI Pusat Sebut Penghapal Qur’an Prioritas Masuk Perguruan Tinggi

Setelah TK/TP Al-Qur'an booming, Sekjen BKPRMI pusat sebut, muncul Rumah Tahfidz, Sekolah Tahfiz, Pendidikan Tahfiz. Penghapal Qur'an pun kian banyak.

BANJARMASINPOST.CO.ID/AYA SUGIANTO
Sekretaris Jenderal DPP Badan Komunikasi Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Pusat, H Ahmad Rizqon, menjadi narasumber tentang upaya meningkatkan penghapal Al-Qur'an dalam acara BTalk Religi Banjarmasin Post dipandu host, Murhan, Kamis (10/6/2021). 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kalimantan Selatan merupakan provinsi pertama memulai gerakan Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA)/Taman Kanak-Kanak Al-Qur'an (TKA).

"Gerakan TP/TP Al-Qur'an di Banjarmasin dan Kalsel dimulai tahun 1989. Kalau metode Iqra asalnya dari Yogyakarta dan  berkembang pesat di Kalsel," cerita Sekjen DPP Badan Komunikasi Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Pusat, H Ahmad Rizqon, dalam acara BTalk Religi Banjarmasin Post yang dipandu jurnalis Banjarmasin Post, Murhan, Kamis (10/5/2021). 

Ditambahkan guru SMKN 3 Banjarmasin ini, setelah 32 tahun berjalan, gerakan TK/TP Al-Qur'a telah menyebar ke seluruh wilayah Nusantara. Bahkan ke negeri tetangga.

"Setelah TK/TP Al-Qur'an booming, lalu tumbuh subur beberapa Rumah Tahfidz, Sekolah Tahfiz dan Pendidikan Tahfiz Qur'an. Santri yang lulusan TK Alquran bisa melanjutkan Rumah Tahfiz ini," ucapnya.

Dijelaskan Rizqon, sekarang ini juga di SMKN 3 Banjarmasin ada program Tahfiz Qur’an.

Baca juga: Wisata Kalsel : Besok Tahura Sultan Adam Mandiangin Dibuka untuk Wisatawan, Tiket Masuk Daring

Baca juga: Buntut Keributan di Jalan Prona Banjarmasin, Polda Kalsel Tetapkan Seorang Tersangka

"Ada dua Program Tahfiz Qur’an di SMKN 3 yakni khusus dan umum. Kalau yang umum, seluruh siswa belajar Tahfiz Qur’an ditargetkan hapal juz 30 juz saja hingga lulus sekolah. Sedangkan program khusus memang sebelumnya telah diseleksi dan nantinya minimal 3 juz hapal Al-Qur'an," ucapnya.

Menurut Rizqon, banyak keuntungan anak penghapal Qur'an, tak hanya untuk diri dan keluarga, juga mempermudah masuk perguruan tinggi maupun kedinasan.

"Penghapal Al-Qur'an sekarang menjadi prioritas diterima di berbagai perguruan tinggi Indonesia melalui jalur undangan dan mendapat beasiswa," paparnya.

Selain itu, dengan menghapal Al-Qur'an, akan membentengi anak-anak ketindakan negatif dan bermain gawai saja.

Halaman
12
Penulis: Syaiful Anwar
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved