Breaking News:

PPN Sembako

Heboh PPN Sembako, Ini Jawaban Stafsus Menkeu Sri Mulyani : Tak Akan Membabi Buta

Pemerintah berencana untuk mengenakan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk kebutuhan pokok atau sembako.

Editor: M.Risman Noor
banjarmasinpost.co.id/faturahman
Pengiriman sembako seperti beras dan gula juga ikan patin dari Banjarmasin ke Palangkaraya mulai terganggu akibat antrean kendaraan angkutan sembako  sehingga stok beras mulai menipis dan gula kosong di gudang distributor di Palangkaraya. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Ramai menjadi perbincangan kalau pemerintah berencana akan mengenakan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk kebutuhan pokok atau sembako.

Warganet pun mengeluarkan berbagai komentar wacana yang kini sudah bergulir.  Walaupun sebenarnya penerapan PPN sembako belum jelas kapan waktu dan berapa besarannya.

Kini, pemerintah memberikan keterangan akan pemberlakukan PPN sembako.

Wacana tersebut tertuang dalam Draf Revisi Kelima Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (RUU KUP).

Baca juga: LINK CPNS 2021 Kementerian Perhubungan, Simak Syarat dan Dokumen yang Harus Disiapkan

Baca juga: Sembako Bakal Kena Pajak, Wakil Ketua MPR: Pemerintah Berpotensi Langgar Sila Kelima

Di dalam aturan tersebut, sembako tak lagi termasuk dalam obyek yang PPN-nya dikecualikan.

Staf Khusus Menteri Keuangan Bidang Komunikasi Strategis Yustinus Prastowo pun buka suara terkait hal tersebut.

Harga sembako di beberapa pasar di Banjarmasin dan Banjarbaru menjelang hari raya haji 2021 relatif stabil.
Harga sembako di beberapa pasar di Banjarmasin dan Banjarbaru menjelang hari raya haji 2021 relatif stabil. (banjarmasinpost.co.id/salmah saurin)

Melalui akun Twitter-nya, @prastow, ia tak membantah mengenai kemungkinan pemungutan PPN sembako.

Namun demikian, ia menegaskan, pemerintah tidak akan membabi buta dalam memungut pajak.

Meski di sisi lain, pemerintah pun uang akibat pandemi yang turut memberikan dampak pada pendapatan negara.

"Kembali ke awal, nggak ada yg tak butuh uang, apalagi akibat hantaman pandemi. Tapi dipastikan pemerintah tak akan membabi buta. Konyol kalau pemulihan ekonomi yg diperjuangkan mati2an justru dibunuh sendiri. Mustahil!," jelas dia dalam kicauannya, Rabu (9/6/2021). Yustinus pun telah mengizinkan Kompas.com untuk mengutip utasnya di Twitter tersebut.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved