Breaking News:

Berita Kalteng

Palangkaraya Belum Pastikan Pembelajaran Siswa Tatap Muka di Sekolah

Wali Kota Palangkaraya Fairid Nafarin mengatakan meski para guru sudah divaksin belum ada jaminan pembelajaran tatap muka dilakukan

Penulis: Fathurahman
Editor: Eka Dinayanti
banjarmasinpost.co.id/faturahman
Wali Kota Palangkaraya, Fairid Nafarin. 

Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALNGKARAYA - Sejumlah warga Palangkaraya, Kalimantan Tengah berharap Pemerintah Kota Palangkaraya bisa mengikuti Pemkab Kotim yang telah memulai melakukan belajar tatap muka.

Cara pembelajaran melalui media daring dianggap tidak optimal, kadang anak-anak banyak bermainnya.

"Saya berharap segera saja dilakukan belajar tatap muka di sekolah, karena sisa sudah kelamaan tidak belajar di sekolah," ujar Suwardi, warga Jalan Rajawali , Kelurahan Bukittunggal Kecamatan Jekanraya Palangkaraya, Kamis (10/6/2021).

Permintaan sebagian orangtua agar siswa kembali belajar di sekolah karena tenaga guru yang mengajar banyak yang sudah vaksinasi covid-19.

Baca juga: Wabah Corona Kalteng, Vaksinasi Covid-19 Diharapkan Menekan Penyebaran Corona

Baca juga: Kebakaran Lahan Kalteng, Warga Pinggiran Palangkaraya Diingatkan Bahaya Musim Kemarau

"Siswa mengeluh karena selama satu setengah tahun mereka belajar di rumah dan tidak bersosialisasi dengan guru juga teman-temannya," ujarnya.

Sementara itu, Pemerintah Kota Palangkaraya, terus melakukan percepatan program vaksinasi covid-19 bagi guru dan tenaga pendidik.

Wali Kota Palangkaraya, Fairid Naparin, menegaskan, meskipun target pelaksanaan vaksin bagi para tenaga pendidik tercapai, bukan jaminan penerapan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dapat dilakukan.

“PTM mengacu surat keputusan bersama (SKB) empat menteri yang implementasinya harus tetap melihat situasi dan kondisi atau sikon di lapangan," ujarnya.

Baca juga: Narkoba Kalsel, Petugas Satresnarkoba Polres Tabalong Dapati Paketan Sabu di Depan Pelaku

Dikatakan, percepatan program vaksinasi covid-19 bagi guru dan tenaga pendidik saat ini sudah mendekati target.

“Termasuk vaksinasi untuk orangtua murid wajib dilakukan, agar saat murid pulang ke rumah keadaan aman ketika berkumpul dengan keluarga,” ujarnya.

Informasi terhimpun, sejak diberikan dosis vaksinasi covid-19 yang pertama Bulan Mei hingga awal Juni yang lalu, sudah ada 2.300 lebih dari sekitar 4.000 guru dan tenaga pendidik yang telah divaksin.

banjarmasinost.co.id / faturahman

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved