Breaking News:

Berita Tanahlaut

Peduli Terhadap Pelestarian Kain Khas Kalsel, Dispusip Tala Gelar Kelas Sasirangan

Dispusip Tala mengadakan kelas pembuatan Sasirangan untuk kaum milenial dan mendapat animo tinggi kalangan muda-mudi

DISKOMINFO TALA
Suasana pelatihan Kelas Sasirangan di Dispusip Tala, Selasa (8/6) 

Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Pembumian kain khas Kalimantan Selatan (Kalsel) yakni Sasirangan terus diperluas oleh Pemerintah Kabupaten Tanahlaut (Tala).

Melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Tala, dilaksanakan kelas pembuatan Sasirangan untuk kaum milenial yang ada di Kabupaten Tanah Laut.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Dispusip, Selasa kemarin dan mendapat animo tinggi kalangan muda-mudi yang ada di Kabupaten Tanahlaut.

Mengingat masa Pandemi Covid-19 kuota yang disediakan pada kegiatan tersebut terbatas yakni hanya untuk 15 orang peserta.

Baca juga: Perbaiki Ekosistem, Tanahlaut Hijaukan Kawasan Mangrove di Desa Pagatanbesar

Baca juga: Pasien Covid-19 di Tala Susut Drastis, di Fasyansus Cuma Sisa Sebanyak ini

Kalangan warga Tala pun mengapresiasi kegiatan itu.

"Memang penting menanamkan kecintaan generasi muda terhadap kain Sasirangan. Bagus diadakannya pelatihan cara membuatnya," ucap Sunanto, warga Pelaihari, Kamis (10/6/2021).

Ia juga angkat jempol pada Dispusip Tala yang turut peduli terhadap pelestarian Sasirangan.

"Biar pun ngurusi buku tapi juga masih care terhadap Sasirangan, mantap," tandasnya.

Kepala Dispusip Kabupaten Tanah Laut Rhoedy Erhansyah menuturkan Kelas pembuatan Sasirangan bagi kaum milenial tersebut bertujuan agar mereka memperoleh kesempatan belajar.

Baca juga: Dosen Keperawatan Gawat Darurat FKIK UM Banjarmasin Latih Relawan Tangani Korban Kecelakaan

Baca juga: Bea dan Cukai Sampit Kalteng Musnahkan Ratusan Ribu batang Rokok Tanpa Pita Cukai

Jadi, kelak warisan budaya leluhur tetap lestari.

"Diharapkan kawula muda di dswrah ini nantinya akan bisa berinovasi terhadap kain Sasirangan," ujar Rhoedy.

Salah satu peserta, Winda, mngaku senang dan antusias mengikuti kelas pembuatan Sasirangan.

Ia mengaku sangat tertarik untuk belajar membuat kain Sasirangan.

"Saya rasa kita harus punya skill terlebih dahulu, minimal memiliki dasar bagaimana pembuatan kain Sasirangan. Setelah itu bisa dikembangkan bahkan mungkin ke depannya bisa jadi peluang usaha juga," sebutnya.

(Banjarmasinpost.co.id/roy)

Penulis: Idda Royani
Editor: Eka Dinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved