Breaking News:

PSU Pilgub Kalsel 2020

PSU Pilgub Kalsel 2020, Bawaslu Sempat Menerima Laporan Dugaan Praktik Money Politic

PSU Pilgub Kalsel 2020, Dugaan praktik money politic sempat membayangi perhelatan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilgub Kalimantan Selatan

Penulis: Frans Rumbon | Editor: Edi Nugroho
Banjarmasinpost.co.id/Frans Rumbon
PSU Pilgub Kalsel 2020, Suasana jumpa pers Bawaslu Kalsel yang turut dihadiri Ketua Bawaslu RI, Abhan. 

Editor: Edi Nugroho

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - PSU Pilgub Kalsel 2020, Dugaan praktik money politic sempat membayangi perhelatan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilgub Kalimantan Selatan (Kalsel) 2020 yang dilaksanakan pada Rabu (9/6/2021).

Terlebih salah satu pasangan calon (paslon) di Pilgub Kalsel 2020, cukup gencar menyuarakan adanya indikasi atau dugaan terjadinya praktik money politic.

Adanya dugaan-dugaan money politic dalam proses PSU Pilgub Kalsel 2020 ini pun menjadi atensi khusus Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kalsel.

Namun sejauh ini, Bawaslu Kalsel belum menemukan adanya dugaan praktik money politic tersebut hingga selesainya pelaksanaan PSU Pilgub Kalsel 2020.

Baca juga: PSU Pilgub Kalsel 2020, Heboh TPS Hanya 13 Pemilih, Ternyata TPS 22 LPKA Martapura

Baca juga: PSU Pilgub Kalsel 2020, Perolehan Suara Denny Indrayana Meningkat di Kecamatan Binuang

Baca juga: VIDEO Bupati Tapin Pantau PSU Pilgub Kalsel 2020 di Binuang, Apresiasi Kesadaran Masyarakat

Baca juga: VIDEO PSU Pilgub Kalsel 2020, H2D Kembali Maju ke Mahkamah Konstitusi

"Kita terus melakukan monitoring, dan masih belum ada informasi terkait dengan dugaan money politic," ujar Komisioner Bawaslu Kalsel, Azhar Ridhani saat konfrensi pers Rabu (9/6/2021) sore.

Ditambahkan oleh Azhar Ridhani, selain melakukan monitoring hingga tingkat Tempat Pemungutan Suara (TPS), Bawaslu Kalsel pun melakukan tindakan preventif.

"Kita sudah melakukan tindakan preventif, kita sosialisasikan kepada masyarakat dan bahkan paslon pun kita ingatkan," jelasnya.

Meskipun demikian, Azhar Ridhani tak menampik bahwa pihaknya pun sempat menerima laporan terkait dugaan praktik money politic ini.

"Ada beberapa info yang kami terima terkait dugaan money politic, namun setelah kita cek ke tempat yang dimaksud ternyata tidak ditemukan," jelasnya.

Sementara itu Ketua Bawaslu Kalsel, Erna Kaspiyah juga membenarkan sempat menerima laporan terkait dugaan praktik money politic.

"Memang ada laporan dugaan money politic kita terima, tapi setelah dilakukan pembahasan ternyata tidak terpenuhi unsur formil dan materilnya," tutupnya.(Banjarmasinpost.co.id/Frans Rumbon)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved