Breaking News:

Kriminalitas Banjarmasin

Dugaan Kasus Penipuan Terdakwa Mantan Bupati Balangan, Saksi Akui Serahkan Cek Kepada Ansharuddin

Persidangan atas perkara dugaan penipuan yang menyeret nama Mantan Bupati Balangan, H Ansharuddin sebagai terdakwa berlanjut dengan pemeriksaan saksi

Penulis: Achmad Maudhody | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/achmad maudhody
Terdakwa perkara dugaan penipuan, H Ansharuddin hadir mengenakan kemeja batik di persidangan Pengadilan Negeri Banjarmasin, Jumat (11/6/2021). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Persidangan atas perkara dugaan penipuan yang menyeret nama Mantan Bupati Balangan, H Ansharuddin sebagai terdakwa masih berlanjut dalam rangkaian sidang di Pengadilan Negeri (PN) Banjarmasin. 

Paling terkini, sidang atas perkara tersebut beragendakan pemeriksaan keterangan saksi fakta dan dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim, Aris Bawono Langgeng, Kamis (10/6/2021).

Saksi yang diperiksa kali ini adalah M Pazri yang merupakan pemilik cek yang disebut diserahkan oleh terdakwa kepada saksi pelapor yaitu Dwi. 

Dimana cek yang ternyata ditolak oleh pihak bank saat coba dicairkan oleh saksi pelapor inilah yang menjadi dasar saksi pelapor membawa persoalan tersebut ke ranah hukum pidana. 

Baca juga: Terjerat Kasus Cek Kosong, Warga Martapura Ini Diciduk Polisi di Rumah Kontrakan di Tapin

Baca juga: Penipuan di Kalsel, Gelapkan Dump Truk Milik Warga Kusan Hilir Tanbu, Sasar Diringkus di Kandangan

Baca juga: Komplotan Penipuan Modus Pengganda Uang Diringkus Tim Gabungan, Warga Landasan Ulin Jadi Korban

Majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini tidak dibuat mudah, pasalnya kesaksian yang disampaikan saksi Pazri tidak sepenuhnya sinkron dengan kesaksian yang disampaikan sejumlah saksi yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum pada sidang-sidang sebelumnya. 

Dalam kesaksiannya di persidangan, Pazri mengatakan, pada Tanggal 12 April Tahun 2018 memang menyerahkan cek miliknya kepada terdakwa dan selanjutnya diserahkan terdakwa kepada saksi pelapor yang saat itu didampingi satu orang lainnya. 

"Hanya ada empat orang termasuk saya dan terdakwa saat itu," kata Pazri. 

Saat itu kata Pazri, Ia tidak mengetahui berapa besaran angka yang dituliskan oleh terdakwa dalam cek yang selanjutnya diserahkan terdakwa kepada Dwi. 

Hal ini berbeda dengan keterangan saksi sebelumnya, contohnya kesaksian yang disampaikan Dwi sebagai saksi pelapor, dimana Ia menyebut menerima cek yang ternyata tak bisa dicairkan tersebut dari terdakwa pada Tanggal 23 April Tahun 2018.

Saksi Dwi juga sebelumnya menyebut bahwa saat menerima cek dari terdakwa, ada dua orang lain yang mendampinginya. 

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved