Breaking News:

Kalselpedia

KalselPedia: Burung Anggang Taman Maskot di Gerbang Pintu Masuk, Jadi Ikon Kota Barabai

Kalselpedia, Bagi warga Kabupaten Hulu Sungai Tengah, patung burung anggang di taman mascot gerbang mascot kota Barabai sudah tak asing lagi.

Penulis: Hanani
Editor: Edi Nugroho
banjarmasinpost.co.id/hanani
Kalselpedia, Taman Maskot burung anggang di gerbang masuk kota Barabai, menjadi ikon kebanggaan masyarakat Bumi MUrakata, di Kabupaten Hulu Sungai Tengah. 

Editor: Edi Nugroho

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI- Kalselpedia, Bagi warga Kabupaten Hulu Sungai Tengah, patung burung anggang di taman mascot gerbang mascot kota Barabai sudah tak asing lagi.

Burung ‘raksasa’ tersebut senantiasa akan menyambut mereka yang memasuki Bumi Murakata, dengan tulisan kata “selamat Datang” di Barabai, Parisj Van Borneo.

Sedangkan bagi warga luar daerah, khususnya dari luar provinsi, kebanyakan tak melewatan ikon fauna di pegunungan Meratus HST tersebut sebagai spot foto.

Dibangun di tengah dua persimpangan pintu masuk ke Kota Barabai, mascot tersebut menjadi icon kota Barabai. JIka cuaca sedang panas, burung anggang pun terlihat perkasa seperti mau terbang ke angkasa.

Baca juga: Kalselpedia, Taman Palidangan Kandangan, Tempat Bersantai Masyarakat

Baca juga: VIDEO KalselPedia - Taman Bumi Cahaya Bintang Banjarbaru

Baca juga: KalselPedia - Ide Lahirnya Taman Bumi Cahaya Bintang Banjarbaru

Baca juga: KalselPedia - Taman Bumi Cahaya Bintang Banjarbaru

Maskot burung anggang dibangun sejak tahun 1980-an. Selanjutnya beberapa kali mengalami rehab, dan dipercantik.

Menurut Kepala DInas Lingkungan Hidup dan Perhubungan HST H Muhammad Yani, sempat ada kontroversi terkait burung apa yang menjadi ikon fauna Meratus di HST tersebut.

“Ada yang berpendapat, harusnya burung sulastik yang menjadi mascot, karena lebih dikenal masyarakat. Namun, burung anggang dipilih karena juga symbol pelestarian alam di HST.

“Kami belum sempat menelusuri dokomentasinya, karena keburu banjir bandang. Banyak arsip dokumen pemerintahan tahun 80-an rusak. Tahun itu belum ada pendokumentasian secara digital,”katanya kepada banjarmasinpost.co.id, Jumat (11/6/2021). Lepas dari kontroversi tersebut, menurut Yani, burung anggang yang kini sudah langka, menjadi edukasi bersama, pentingnya menjaga kelestarian alam dan lingkungan hidup.

Burung anggang sendiri, masih terdapat di hutan Pegunungan Meratus di Kecamatan Hantakan dan Kecamatan Batangalai Timur.

Warga Meratus meceritakan sering menemui burung tersebut di Pantai Mangkiling, Datar Ajab. Soal Parisj Van Borneo, menurut Yani sebagai gambaran saja, bahwa Barabai dikenal adalah kota yang sejuk, dingin serta memiliki alam pegunungan yang indah dan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi di kawasan Banua Anam. (banjarmasinpost.co.id/hanani)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved